AIRMADIDI — Pesta demokrasi terbesar di kabupaten Minahasa Utara (Minut), puncaknya akan digelar pada Desember mendatang, untuk itu semua pihak yang masuk sebagai bagian peserta dan penyelenggara wajib paham dengan aturan.
Untuk itu siang kemarin, Sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Minut menggelar rapat bersama untuk menyamakan persepsi pemahaman tentang pasal pasal pelanggaran Pilkada nanti. Kapolres Minut, AKBP Grace Rahakbau dan Kajari Minut, Fanny Widyastuti serta Ketua Bawaslu Minut Simon hadir langsung dalam rapat.”Terimakasih untuk rekan-rekan yang telah hadir saat ini. Saat ini akan berbagi langkah dibahas terkait persiapan Pilkada di 9 Desember mendatang. Dimana, persamaan persepsi harus terus dilakukan, terutama bila ada ketidaksepahaman terkait pasal-pasal kondisi yang terjadi saat ini,” ucap Ketua Koordinator Gakkumdu Rocky Ambar (23/7) siang tadi.
Sementara, sebagai penasehat Gakkumdu, Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau mengingatkan rekan-rekan Gakkumdu mampu bertugas dengan baik. “Tentunya tugas kita ini sangat menguras tenaga, sehingga dibutuhkan kesabaran agar Pilkada di Minut ini tidak ada masalah. Semua yang digabung disini jangan gontok-gontokan, tapi tunjukkan sinergi kapanpun dibutuhkan harus ada dan juga mampu menganalisa agar tidak ada kepentingan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang coba melemahkan setiap penanganan yang dilakukan Gakkumdu,” tegas Rahakbau.
Untuk itulah, Rahakbau meminta semua untuk sama sama bekerja sesuai aturan dan ketentuan. Kegiatan ini, dihadiri seluruh anggota Gakkumdu dan Sekertaris Bawaslu Minut Michael Polii dan para staf.(Graceywakary)





