TAHUNA, 13 JANUARI 2021 — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, terus melakukan beragam cara untuk menekan penyebaran wabah Corona Virus Disease –19 atau Covid –19.
Selain terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan 3M berupa menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan, pada masyarakat. Kali ini, pemkab mengambil kebijakan dengan menambah area perawatan para pasien Covid –19, dengan menjadikan gedung SMP IV Kecamatan Tona Tahuna Timur menjadi tempat perawatan sementara alias tempat isolasi mandiri bagi orang tanpa gejala (OTG), yang resmi menjadi pasien terkonfirmasi positif Covid –19.
Dari pantauan MANADONES siang tadi, fasilitas sementara ini terlihat bersih dan nyaman. “Gugus tugas telah memfasilitasi para pasien OTG positif Covid –19, untuk melakukan isolasi mandiri secara terpusat ditempat ini, agar keluarga mereka aman dari penularan. Dan kami pata tenaga kesehatan atau nakes akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik. Harapannya, dengan isolasi terpisah dari lingkungannya, mereka yang sudah terinfeksi virus corona tidak akan menularkan ke sekitarnya,” jelas nakes, Umukulsum Mandak pada MANADONES.
Wawu, sebutan pada Mandak juga mengungkapkan, para OTG terkonfirmasi Covid — 19 ini, akan selalu menjadi prioritas dan di pastikan mendapatkan pelayanan yang terbaik.

Fasilitas di area sekolah yang belum difungsikan sebagai sarana belajar mengajar ini diubah menjadi beberapa kamar yang bersih, dan dilengpi dengan tempat air minum, mesin cuci, kasur dan makanan yang teratur 3 kali sehari serta vitamin adalah hal yg paling utama. “Mulai jam 7 pagi, kami akan mengantarkan sarapan dan vitamin, dilanjutkan mengajak para OTG untuk senam sekaligus berjemur di halaman mulai jam 08.00 wita hingga jam 8.30 Wita. Saat sore hari, kami juha siapkan kegiatan olahraga ringan,” tutur Wawu lagi, sembari menambahkan gedung ini dijaga ketat oleh petugas keamanan dan tenaga kesehatan. Pasienpun dilarang keluar dari lokasi karantina, selama belum dinyatakan sembuh dari Covid –19, dan sebaliknya masyarakat atau dilarang masuk.
Meisya Kalesaran ketika dimintai tanggapan atas pelayanan perawat selama masa karantina, menyebutkan rasa terimakasihnya atas perawatan terbaik yang diberikan para nakes pada keluarganya. “Paman kami memdapatkan layanan yang baik. Semoga mereka, selalu diberikan kekuatan dan kesehatan dalam melayani para pasien OTG lainnya,” ucapbya.
Dari data terbaru dari Satgas Covid –19 Sangihe, ada 39 pasien OTG yang telah menjalani isolasi di gedung SMP IV Tahuna. (ryansengala)





