MANADO, 9 JULI 2026 — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menurunkan tingkat aktivitas Gunungapi Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada).
Penurunan status ini mulai berlaku efektif pada Rabu (8/7/2026) kemarin terhitung sejak pukul 13.00 WITA. Menurut siaran pers yang ditandatangani oleh Plt. Kepala Badan Geologi, Lana, mengungkapkan bahwa penurunan status ini diputuskan setelah hasil evaluasi visual maupun instrumental menunjukkan adanya penurunan aktivitas kegempaan yang signifikan dibandingkan bulan Mei 2026 lalu.
Berdasarkan rekaman pos pengamatan pada periode 1 hingga 7 Juli 2026, tercatat 116 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan rata-rata 16 kejadian per hari, 17 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 445 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). Selain itu, hembusan asap kawah terpantau tetap stabil dan tidak melewati puncak. Data deformasi dari instrumen tiltmeter juga mengindikasikan berkurangnya akumulasi tekanan pada kedalaman dangkal.
“Meskipun aktivitas menurun dan tekanan magmatik belum berlanjut ke permukaan, Badan Geologi mengingatkan bahwa potensi bahaya berupa erupsi magmatik, erupsi freatik, hingga pembongkaran kubah lava masih dapat terjadi. Masyarakat tetap diwaspadakan terhadap potensi peningkatan gempa vulkanik secara tiba-tiba (swarm),” jelasnya dalam siaran pers ini.
Seiring dengan penurunan status ini, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat maupun wisatawan tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat kawah Gunung Awu. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mematuhi arahan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta tidak mempercayai berita-berita hoaks yang tidak bertanggung jawab. (gracey)




