TAHUNA, 16 JUNI 2021 – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, diminta untuk serta merta percaya dengan berita atau informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan atau sesat, yang bisa membuat panic dan ketidak nyamanan hingga menganggu ketertiban dan keamanan.
Ini, dikatakan oleh Kapolres Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo pada media pagi tadi tentang telah hadirnya tim baru dalam unit mereka yaitu tim cyber. Menurut Kapolres Tony, baru baru ini warga Sangihe dibuat resah dengan hadirnya ragam informasi tentang kematian Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmut Hontong. “Masyarakat jangan tergiring dengan opini yang sengaja dihembuskan untuk kepentingan-kepentingan tertentu, yang bisa mengganggu kondisi keamanan dan ketertiban, hindarilah dan jangan muda percaya dengan berita berita yang hoax dan tidak bisa dipercaya kebenarannya,” ucapnya.
Dia juga kembali menjelaskan perihal penyebab kematian orang nomor dua di kabupaten ini, yang disebabkan riwayat penyakit tahunan yang dialaminya selama ini. “Kemarin telah di lakukan proses otopsi oleh tim forensik Polda Sulut dan hasil sementara meninggalnya Wakil Bupati Helmud, karena adanya penyakit menahun atau komplikasi, jadi sekali lagi saya menghimbau kepada masyarakat yang ada di Sangihe jangan mudah percaya dengan isu isu hoax yang sedang ramai sekarang ini”, lanjutnya.
Susetyo juga menegaskan bahwa, institusi Polri dalam hal ini Polres Sangihe terus melakukan upaya atau tahapan tahapan tindakan untuk memantau akun akun yang dengan sengaja membagikan atau menyebarluaskan berita hoax terkait meninggalnya wakil Bupati Sangihe, dengan terbentuknya tim gabungan dari Polres Sangihe, Polda Sulut dan Mabes Polri, untuk melakukan patroli cyber di dunia maya terhadap akun akun yang tidak benar yang dengan sengaja membagikan dan menyebarluaskan berita hoax terkait meninggalnya wakil Bupati Sangihe.
“Kami ingatkan jangan lagi melakukan penyebaran yang hoax. Apabila tidak mengindahkan peringatan yang kita sampaikan, maka akan kami tindak tegas,” jelas Susetyo. (Ryansengala)





