Liputan Khusus
MANADO,16 DESEMBER 2021 – Kesengajangan, dalam peningkatan mutu untuk sumber daya manusia (SDM), di kawasan Timur Indonesia (KTI), diangkat langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Dra Mareyke Alelo dalam seminar nasional yang bertemakan “Pengembangan Pendidikan Vokasi dalam rangka Peningkatan Kualitas SDM bagi Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (KTI)”.

Dalam seminar yang dimulai pagi hingga siang tadi, Alelo menyebut adanya dispartasi pembangunan di kawasan Timur Indonesia, dan sebagai lembaga atau pihak yang berada di bidang vokasi merasakan hal itu.
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), sebutnya menginginkan bahwa vokasi memberikan kontribusi dalam pembangunan, pendidikan, dan tenaga kerja.
“Tetapi harapan yang begitu tinggi ini tidak dibarengi oleh supply yang cukup bagi pendidikan vokasi. Satu contoh, mengenai dana pembangunan pendidikan, pemerintah menggunakan satu system yaitu system yang merata. Dan efeknya bagi KTI, kami yang dirugikan, karena itu tidak adil, yang kita butuhkan bukan sama rata tetapi kesetaraan melihat kuantitas yang ada,” katanya lagi.
Dia pun berharap dalam seminar yang juga bisa diakses melalui meeting zoom dengan menggunakan alamat https://zoom.us/j/95230250710?pwd=UWx0OGhpTCtjRmMwUWxWN0ExVWt6dz09, dengan Meeting ID 952 3025 0710 dan passcode adalah POLIMDO, ini bisa memberikan masukan pada pemerintah melalui sumber sumber yang hadir dalam kegiatan besutan Polimdo, bersama Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (BP2KTI) ini.

Sementara itu, Kepala BP2KTI Fadel Muhammad menyebut masukan yang disebutkan Direktur Polimdo akan menjadi kajian yang akan diseriusi dan diteruskan ke badan dan kementerian.
“Karena pendidikan sangat penting untuk menunjang pembangunan, KTI merasakan dampak kesenjangan disbanding barat. Untuk itu, mari kita sama sama menyiapkan strategi untuk jalan keluar pada pemerintah demi generasi kita dan demi pembangunan NKRI,” jelas Fadel yang hadir secara online.
Selain itu, dalam seminar nasional yang dilaksanakan di Ruang Auditorium Prof. Ruddy Tenda Polimdo, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, yang diwakili oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Gemmy Asiano Kawatu mengungkapkan bahwa pemerintah Sulut tetap berharap perguruan tinggi yang ada di Nyiur Melambai bisa terus memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa.
“Dan yang paling utama adalah mampu menghadirkan sumber daya manusia yang berkualitas, terampil, dan berdaya saing tinggi untuk menopang pembangunan daerah dan nasional,” ujar Kawatu, saat membacakan sambutan Gubernur Olly.
Sementara, Sekretaris Jendral BP2-KTI, Dr Jimmy Rol Torar, dalam kesempatan ini memaparkan tentang menciptakan SDM bersama dengan pembangunan infrastruktur dan hubungan pemerintah pusat. Disinilah, dipaparkanya peran dari BP2-KTI sebagai pendorong, bersinergi mendukung Politeknik Negeri Manado untuk bisa mencapai visi dan misinya ke depan yang berkelanjutan sesuai dengan harapan pemerintah.
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, yang juga hadir sebagai sumber atau key note speaker menyebutkan kesenjang yang disebut Alelo, memang telah lama terjadi dan harapannya melalui seminar ini akan ada perubahan ke arah yang lebih baik. Pihaknya pun, akan memberikan dukungan pada Polimdo terutama dalam kegiatan pelatihan luar negeri.
Tidak ketinggalan pula dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Percepatan Pembangunan Suharso Monoarfa, Direktur Pendidikan Tinggi dan Vokasi Dr Benny Banandadjaya ST MT, BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan, dan Dirjen Bina Bangda Dr Sugeng Haryono. (gracey wakary)





