Reklamasi Pantai Karang Ria di Manado Diseriusi Akademisi Unsrat

Seminar Nasional Pengelolaan Berkelanjutan Wilayah Pesisir Teluk Manado, di Luwansa Hotel pada pagi tadi, yang digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unsrat.

 MANADO, 14 JUNI 2024 – Aktivitas reklamasi di pantai Karang Ria Kota Manado, menjadi perhatian para para akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, melalui kajian keilmuan.

 

Bacaan Lainnya

Ini terungkap dalam Seminar Nasional Pengelolaan Berkelanjutan Wilayah Pesisir Teluk Manado, di Luwansa Hotel pada pagi tadi, yang digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unsrat. Dalam diskusi keilmuan yang menghadirkan Direktur Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ir Suharyanto MSc dijelaskan pada prinsipnya reklamasi itu bukan hal yang dilarang dalam konteks pengelolaan wilayah pesisir yang paling kecil. “Untuk apa, untuk meningkatkan nilai ekonomi, meningkatkan nilai lingkungan. Mampu meningkatkan eksistensi dari masyarakat, untuk hidup lebih baik. Tapi semua itu ada prosesnya. Melalui proses perizinan yang di dalamnya ada Amdal dan fakta,” ujarnya.

Baca juga  Walikota Mantiri Minta Rektor Unsrat Tambah Kuota Mahasiswa asal Bitung Bertambah

 

Lanjut katanya, jika sesuai informasi di lapangan ada konflik, maka hal itu bisa dilakukan pengkajian secara transparan dan komprehensif. Karena kajian yang dilakukan perguruan tinggi, datanya berbeda, metodologi berbeda dan kesimpulan berbeda. Tetapi kalau kita laporkan dengan cukup komprehensif semuanya dapat dipertemukan melalui dialog yang dapat disampaikan. Kesemuanya itu, sebut Suharyanto dapat diketahui melalui satu data riset yang komprehensif. “Ini berkaitan dengan perizinan ruang laut dan usaha Amdal, yakni izin pelaksanaan reklamasi ada master plannya. Kalau pengembangannya misalkan tidak berprinsip pada ekologis, bisa dilakukan evaluasi kajian dan didialogkan dengan akademisi sebagai pihak yang objektif,” jelasnya.

 

Rektor Unsrat, Prof Dr Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie MEng IPU ASEAN Eng dalam sambutannya mengungkapkan dirinya juga selaku akademisi Unsrat telah memantau jalannya reklamasi. Dia kemudian menerangkan bahwa reklamasi dilakukan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Manado, sembari merinci bahwa pembangunan di wilayah Malalayang telah mencapai 70 persen sedangkan wilayah utara di bawah 5 persen. Selain itu, Sompie juga berharap seminar ini diselenggarakan dengan maksud untuk memberi ruang kepada para pengambil kebijakan, para peniliti, para pemerhati dan pegiat lingkungan serta LSM untuk berinteraksi dan memberikan gagasan terbaik secara santun dalam bingkai akademis. “Kita dapat berbagi informasi sebagai bentuk pencerahan kepada masyarakat atas simpang siurnya berita yang beredar saat ini,” tambahnya.(graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *