JAKARTA, 16 JANUARI 2024 – Pendidikan menjadi bagian yang penting dalam pembangunan nasional, untuk itu Presiden Joko Widodo (Jokowi), meminta pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengoptimalkan pembiayaan pendidikan dan riset.
Ini disampaikan, Jokowi dengan melihat rasio penduduk berpendidikan S2 dan S3 terhadap populasi produktif di Indonesia terbilang cukup rendah, yaitu 0,45 persen. “Maka, segala upaya ini diharapkan dapat meningkatkan rasio penduduk berpendidikan Magister (S2), dan Doktoral (S3). Sehingga saya pun mengajak seluruh perguruan tinggi untuk senantiasa menguatkan kolaborasi dan sinergi, serta melahirkan lebih banyak solusi untuk mewujudkan kemajuan Indonesia,” katanya, saat membuka Konvensi XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Graha Unesa Kampus II, Surabaya, Jawa Timur, kemarin (15/1).
Presiden secara khusus menyebut, Lembaga pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, seperti dengan memperkuat kualitas Dosen serta Peneliti, bobot ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sekaligus fungsi riset untuk inovasi. Dia juga akan mengarahkan BRIN menjadi orkestrator penelitian bersama Bappenas, untuk merancang kebutuhan riset, menjawab tantangan, dan memanfaatkan peluang secara tepat. “Saya juga menginstruksikan Kemendikbudristek, untuk mengoptimalkan pembiayaan pendidikan dan riset, yang mana bukan hanya dari APBN dan APBD, tetapi juga dari Dana Abadi dan Matching Fund dengan industry,” terangnya. (graceywakary)





