GMIST Nasaret Lesa Gelar Upacara Adat Tulude Pemkab Sangihe Beri Apresiasi

TAHUNA, 7 FEBRUARI 2024 – Suasana acara yang religius serta sarat nuansa budaya berlangsung khusyuk, terlebih disaat pemimpin ibadah, Pendeta Patras Madonsa, menebar siraman rohani yang menggunakan bahasa Sangihe, sambil diisi dengan grup masamper yang membawakan lagu-lagu rohani daerah serta penampilan vokal grup pemuda yang membawakan pujian kaya aransemen.

 

Bacaan Lainnya

Aura budaya juga begitu terasa usai ibadah syukur, yang kemudian dilanjutkan dengan ritual pemotongan kue adat Sangihe, Tamo. Kepala Dinas Pendidikan Sangihe, Olga Makasidamo hadir mewakili sekaligus membacakan sambutan Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe, Rinny Tamuntuan, Selasa, (6/2) kemarin, termasuk menyampaikan permohonan maaf dari penjabat bupati yang tidak bisa hadir karena sedang melaksanakan tugas luar daerah. Melanjutkan sambutan, Makasidamo atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara dan ketua MPJ bersama Majelis serta warga jemaat GMIST Nazareth Lesa yang telah melaksanakan Tulude, sekaligus sebagai wujud kepedulian dalam melestarikan budaya leluhur Sangihe, selaras dengan program pemerintah daerah dalam membangun dan memajukan daerah. “Kiranya momentum sukacita ini benar-benar perwujudan syukur jemaat serta masyarakat disertai dengan komitmen untuk melanjutkan perjalanan kehidupan pelayanan serta persekutuan yang senantiasa mengandalkan Tuhan,” ungkap Makasidamo

Baca juga  50 Pendeta Peserta MPL PGI Lakukan Pelayanan Serentak di Tahuna Manganitu dan Tabut

 

Mantan Asisten III Pemkab Sangihe ini juga turut memaparkan jika Upacara Adat Tulude memiliki makna yang sangat mendalam dan sakral, karena didalamnya terkandung 3 hal penting, yakni pertama, mensyukuri segala berkat dan anugerah Tuhan yang telah dikaruniakan disepanjang tahun yang baru berlalu. Kedua, memohon ampun atas segala kesalahan serta semua dosa yang pernah dan telah dilakukan dalamperjalanan waktu menjalani hari-hari kehidupan disepanjang tahun yang silam. Dan ketiga adalah menyerahkan dan memohon penyertaan Tuhan dalam kelanjutan hidup dan pengabdian di tahunyang baru dan yang sedang dijalani sekarang ini. Makasidamo mengajak seluruh warga GMIST Nazareth dan warga Kelurahan Lesa agar melalui momentum Tulude dapat lebih memaknai berbagai dimensi kehidupan sebagai bentuk tanggung jawab untuk membawa kehidupan pribadi, keluarga, persekutuan Jemaat bahkan relasi bermasyarakat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sang pemilik kehidupan.

Baca juga  Pemkab Sangihe Sediakan 150 Rapid Test Gratis di Pos - pos Terpadu di Tahuna

 

Terkait pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, pemerintah daerah kata Olga Makasidamo dengan niat yang tulus serta tekad dari setiap program dan kegiatan yang sedang dan sementara dijalankan, optimis membawa Sangihe menjadi semakin maju, semakin hebat dan semakin sejahtera. “Tentunya kami tidak dapat melakukannya sendiri, selaku orang yang telah dipercayakan untuk memimpin daerah ini, kami sangat membutuhkan kerjasama dukungan dari semua pihak, terlebih dari semua elemen masyarakat, mari kita bersinergi dengan pemerintah dalam menunjang dan mensukseskan pembangunan daerah ini melalui tugas peran dan fungsi kita masing-masing,” pungkasnya. Sementara itu, usai acara inti berlanjut dengan acara seni budaya masamper dan tarian empat wayer, dimana dari penyampaian panitia, masamper akan berlangsung semalam suntuk sesuai ijin keramaian yang diberikan sampai pukul 06.00 wita. Turut hadir, mantan Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana bersama mantan ketua TP PKK Hermin Ririswati Gaghana-Katamsi, Ketua Bidang Organisasi Sinode GMIST, Alex Tantu MPdk, Direktur RS. Liunkendage Tahuna dr Aprikonus Loris, Lurah Lesa Benny Medea serta tamu undangan khusus panitia. (Ryansengala)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *