BPJS Ketenagakerjaan Kelola Dana Rp712,93 Triliun

Suasana di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sulut di Manado.

JAKARTA, 18 MARET 2024 – Kepercayaan masyarakat Indonesia, pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, atau BPJAMSOSTEK, terus meningkat.

 

Bacaan Lainnya

Ini, dibuktikan dengan melalui realisasi total dana investasi mencapai Rp712,93 triliun per 31 Januari 2024, dalam siaran pers yang diterima MANADONES siang tadi. Diterangkan oleh Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun, dana investasi yang dikelola badan hukum publik itu naik sebesar 13,03%, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya senilai Rp630,72 triliun. “Kenaikan aset BPJS Ketenagakerjaan,  berasal dari akumulasi hasil investasi dan nett premi iuran, yakni penerimaan iuran yang dibayarkan oleh pekerja dan pemberi kerja, dikurangi dengan pembayaran klaim yang diberikan untuk menyejahterakan pekerja dan ahli warisnya,” kata Oni, seperti dikutip dalam siaran pers.

Baca juga  RM BTS Akan Rilis Album Solo Kedua Pada Mei 2024

 

Dirincikan, BPJS Ketengakerjaan mengalokasikan aset ke dalam instrumen surat utang sebesar 73,05% pada akhir Januari 2024, di mana 94,07% dalam bentuk surat utang negara (SUN). Kemudian, deposito sebesar 12,19%, saham 9,12%, reksadana 5,27%, serta properti dan investasi langsung sebesar 0,37%. Untuk itu, terang Oni, BPJS Ketenagakerjaan memproyeksikan dana investasi BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp812 triliun pada 31 Desember 2024, dengan alokasi terbesar BPJS Ketenagakerjaan masih didominasi oleh surat utang, deposito, saham, dan reksa dana. “Alokasi portofolio ini, sebagai antisipasi untuk memanfaatkan momentum tingkat suku bunga global yang masih tinggi di semester I/2024. Dan masih tingginya ketidakpastian global, seperti peningkatan risiko geopolitik dan ancaman resesi,” tandasnya.

 

Adapun, BPJAMSOSTEK menargetkan peningkatan peserta aktif menjadi 53,96 juta pada 2024, dengan target tersebut, peserta diharapkan bertambah sekitar 12,40 juta peserta dalam setahun. Pada 2023, total peserta aktif mencapai 41,56 juta jiwa atau mengalami kenaikan 5,70 juta dibandingkan dengan total 35,86 juta pada 2022.  Dan untuk mencapai target ini, BPJS Ketenagakerjaan akan menerapkan beberapa strategi. Salah satu strateginya yaitu BPJS Ketenagakerjaan akan tetap fokus meningkatkan kepesertaan di sektor pekerja informal serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca juga  Polda Sulut Jamin Keamanan dan Kawal Pelaksanaan UMKM

 

Ditempat berbeda Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Utara, Sunardy Syahid, menyampaikan pengelolaan dana investasi yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan ini nantinya dikembalikan lagi kepada peserta. “Kami juga terus meningkatkan kepesertaan pada sector informal dan UMKM serta mendorong kepesertaan pekerja rentan dari Pemerintah Kabupaten/kota di Sulawesi Utara sehingga seluruh masyrakat pekerja dapat menikmati hasil dari investasi tersebut.”, tutup Sunardy. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *