Kalbe Luncurkan Obat Anemia bagi Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronik

Arsip Foto - Pasien dengan penyakit ginjal kronik menggunakan layanan hemodialisis di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 30 APRIL 2024 (ANTARA) – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui PT Kalbe Genexine Biologics (KGbio) dan PT Finusolprima Farma Internasional (FIMA) telah meluncurkan obat untuk terapi anemia bagi pasien dengan penyakit ginjal kronik.​​​​​​

 

“Peluncuran Efepoetin Alfa merupakan bagian dari komitmen Kalbe dalam memperluas akses kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi pasien penyakit ginjal kronik yang mengalami komplikasi anemia,” kata Direktur KGbio Yuniar Linda sebagaimana dikutip dalam siaran pers perusahaan di Jakarta, Senin. Kalbe dan anak usahanya mendapat izin edar obat Efepoetin Alfa dari Badan Pengawas Obat dan Makanan pada Oktober 2023. “Kami bangga, sebab Efepoetin Alfa merupakan obat anemia pertama yang diriset dan diproduksi di Indonesia,” kata Yuniar. Ginjal berperan dalam produksi hormon erythropoietin (EPO) dan berfungsi merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah guna menjaga kesehatan tubuh.

Baca juga  Wamen LHK: Indonesia Toreh Beragam Keberhasilan Cegah Kepunahan Satwa

 

Pada pasien dengan penyakit ginjal kronik, ginjal tidak dapat memproduksi EPO dalam jumlah yang cukup sehingga produksi sel darah merah pasien dapat berkurang hingga mengakibatkan anemia.Anemia merupakan komplikasi yang sering terjadi pada tahap menengah dan lanjut bagi penderita penyakit ginjal kronik. Kondisi pasien juga dapat memburuk seiring dengan penurunan fungsi ginjal hingga mencapai gagal ginjal.

 

Efepoetin Alfa merupakan obat anemia jenis long-acting erythropoiesis-stimulating agent (ESA) yang diklaim efektif untuk terapi pengobatan anemia bagi pasien berpenyakit ginjal. “Berdasarkan uji klinis fase 3, Efepoetin Alfa terbukti efektif, aman, dan dapat menjadi alternatif pengobatan anemia bagi pasien predialisis,” kata Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH. Menurut dia, penggunaan awal Efepoetin Alfa pada pasien predialisis dapat memperlambat progresi penyakit ginjal kronik menuju hemodialisis. “Dari perspektif pasien, penggunaan ESA long-acting lebih nyaman karena penyuntikannya cukup 1-2 kali sebulan,” katanya. Pengujian keamanan dan efikasi Efepoetin Alfa telah dilakukan di Indonesia, Australia, Taiwan, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Korea Selatan dengan melibatkan 391 pasien dengan penyakit ginjal kronik predialisis. Menurut perusahaan, hasil pengujian menunjukkan bahwa Efepoetin Alfa efektif memperbaiki, mempertahankan, dan menstabilkan kadar hemoglobin.

Baca juga  Polisi Periksa Saksi Baru dalam Kasus Penganiayaan yang dilakukan MDS

Oleh Vinny Shoffa Salma

Editor : Maryati

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *