MANADO, 16 AGUSTUS 2025 – Untuk mewujudkan sistem pembayaran yang terintegrasi, inklusif, efisien, aman, dan berdaulat, di Sulawesi Utara (Sulut), Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI), menggelar sosialisasi dan edukasi interoperabilitas transaksi elektronik pada 14 Agustus lalu.
Dalam siaran pers yang diterima MANADONES, dijelaskan ajang untuk meningkatkan pemahaman, dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap digitalisasi SP ritel terkini, ini menghadirkan Analis Eksekutif Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dari BI Firdaus P Simatupang. Menurut Deputi SPPUR KPw Bank Indonesia Sulut Darmawan Hutabarat, sosialisasi yang digelar di Hotel Luwansa Manado dan menggandeng para UMKM binaan yang tergabung dalam Wirausaha Unggulan Sulut (Wanua) binaan KPw BI Sulut, memiliki makna yang spesial karena menjadi bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025, yang merupakan sebuah event tahunan untuk mendorong adopsi, literasi, dan optimalisasi penggunaan QRIS di seluruh Indonesia.
“Tahun ini, PQN mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak!”, sejalan dengan momen kemerdekaan Republik Indonesia dan tujuan kegiatan kita yaitu meningkatkan pemahaman, dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap digitalisasi SP ritel terkini, tentunya dengan suka cita,” kata Dharmawan seperti dikutip dari siaran pers ini. Walau begitu, disebut adanya sejumlah tantangan seperti satunya Literasi digital dan bertransaksi secara aman yang menjadi PR bersama. “Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi ini menjadi kegiatan yang sangat strategis karena kita dapat memahami berbagai jenis kanal pembayaran beserta risikonya,” ujarnya.
Sosialisasi dan edukasi kali ini juga akan dilengkapi dengan edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan menggunakan Rupiah di NKRI dalam sebagai simbol kedaulatan negara. Termasuk meningkatkan kesadaran bahwa setiap transaksi Rupiah secara digital yang kita lakukan di NKRI merupakan bagian dari Cinta, Bangga dan Paham Rupiah. (gracey wakary)




