MANADO, 13 NOVEMBER 2025 – Selama dua hari, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menyelesaikan rangkaian kegiatan Capacity Building (CB) yang intensif di Kota Bandung pada tanggal 6–7 November 2025.
Dalam siaran pers dari Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulut, disebut kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar anggota TP2DD dan mempertajam pemahaman mengenai implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang terbukti berdampak signifikan pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada Capacity Building yang dipimpin langsung oleh Deputi KPw BI Sulut, Darmawan TB Hutabarat, diterangkan sebagai salah satu kegiatan memperkuat sinergi lintas daerah.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum produktif untuk memperoleh insight, memperkaya strategi, dan memperkuat jejaring guna mengakselerasi digitalisasi daerah. Pada gilirannya, seluruh pemda akan menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Darmawan saat membuka kegiatan yang digelar di Bandung, Jawa Barat.
Tidak ketinggalan, dibahas juga berbagai isu strategis, seperti perkembangan Indeks ETPD terkini, strategi ETPD dan program unggulan, implementasi ETPD dan dampaknya terhadap PAD, dan dukungan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) terhadap digitalisasi pemda, serta perkembangan digitalisasi dan perlindungan konsumen dari risiko kejahatan siber.
Ada juga kunjungan ke Bapenda Provinsi Jawa Barat, untuk mempelajari sistem Bapenda Executive Smart Monitoring atau BE STRONG, juga meninjau Terminal Leuwipanjang untuk melihat implementasi Samsat Digital. Serta mencoba Moda transportasi Bandros (Bandung Tour on Bus) untuk melihat langsung penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran nontunai.
Melalui kegiatan ini, TP2DD se-Sulut diharapkan dapat memperkuat sinergi, menyusun roadmap ETPD yang lebih terarah, dan menciptakan inovasi yang berdampak nyata terhadap peningkatan PAD dan pelayanan publik. Dengan semangat. (gracey wakary)





