Maimunah Manumpil Kartini Masa Kini dari Pandu Manado

Muna berhijab, saat melihat anak anak yang ada di PAUD Annisa Kelas Jauh khusus anak anak Kristen.

Hari Kartini dan Hari Maria Walanda Maramis

MANADO, 21 APRIL 2026 – Tampilannya begitu sederhana, tak nampak aksesoris emas yang melekat di tangan, atau leher dari Maimunah Manumpil, 61, warga Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

Bacaan Lainnya

 

Wajahnya pun tak terlihat diolesi make – up, bagi yang baru pertama kali bertemu, pasti tak mengira ibu dua putri ini, memiliki sekolah dan panti. Ya, sosok sederhana yang senang dipanggil Ibu Muna adalah pemilik sekaligus pendiri dari TK Annisa, PAUD Annisa, dan PAUD Annisa Kelas Jauh khusus anak anak Kristen. Malah saat Covid – 19 lalu, dirinya mendirikan Panti jompo dan Panti Asuhan.

Baca juga  Kapolda Sulut Sharing Wawasan Kebangsaan di Pemkot Manado

 

Muna di Panti Asuhan miliknya yang ada di Pandu Kecamatan Bunaken Kota Manado.

Maimunah sendiri bukanlah lulusan S1 dari perguruan tinggi, dia juga memiliki keahlian sebagai pendidik. Malah dirinya, pada MANADONES mengaku hanya mengecap pendidikan hingga SMP, dan baru saja lulus dari Paket C (setara SMA). Keluarganya pun bukanlah berasal dari keluarga yang memiliki kekayaan luar biasa.

 

Ibu dua putri ini, kesehariannya bekerja sebagai tukang pijat keliling di Pecinan Kota Manado, sejak tahun 1995 dengan bayaran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per orang yang membutuhkan sentuhannya. Dari hasil kerjanya sebagai pemijat inilah, yang ditabungnya untuk operasional sekolah termasuk gaji guru, dan panti. Karena hingga kini, sekolah dan panti yang didirikannya ini, tidak menggunakan bantuan dana pemerintah, ia juga tidak mematok biaya bagi warga yang kurang mampu, untuk menyekolahkan anak ana mereka ke TK dan PAUD nya.

 

Perempuan paruh baya ini, mengungkap dorongannya untuk mendirikan sekolah, dan panti adalah keterpanggilan hati untuk melayani. Sebelum mendirikan TK dan PAUD diatas, dia sudah lebih dulu mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Swasta pada 2019 lalu, yang telah diserahkan pengelolaanya pada salah satu yayasan di Manado pada 2022 lalu.

Baca juga  Wasnaker – BPJS Ketenagakerjaan Panggil 205 Badan Usaha di Sulut

 

Muna bersama MANADONES.

Diungkapnya, dirinya merasa bahagia dan puas secara batin saat melihat anak anak bisa mendapatkan pendidikan di TK dan PAUD nya, begitu juga dengan para lansia yang memilih menetap di Panti jompo dan anak anak yatim piatu di Panti asuhannya yang ada di Pandu.

 

“Saya selalu yakin, Allah selalu melancarkan jalan, saat umatnya meminta untuk jalan kebaikan bagi sesame,” ujarnya, sambil menyebut bangga menjadi perempuan Indonesia dan bangga memiliki RA Kartini dan Maria Walanda Maramis. Selamat Hari Lahir RA Katini 21 April dan Hari Meninggalnya Maria Walanda Maramis 22 April.  (gracey)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *