JAKARTA, 10 AGUSTUS 2026 (ANTARA) – Petinju Tammara Thibeault menghentikan perlawanan Desley Robinson untuk menguasai kelas menengah putri (72.5kg) International Boxing Federation (IBF) dan World Boxing Organization (WBO) dalam pertarungan di Caribe Royale Resort, Florida, Amerika Serikat.
“Tammara mengalahkan Desley melalui keputusan bulat dengan tiga juri memberikannya skor 100-90,” demikian keterangan Promotor Most Valuable Promotions (MVP) dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Senin.
Tammara langsung mengambil kendali dengan jab dan memanfaatkan keunggulan jangkauannya pada ronde pertama. Petinju Kanada itu beberapa kali mendaratkan pukulan ke kepala dan tubuh Desely, lalu menekannya hingga ke tali ring. Desley sempat membalas, tetapi Tammara lebih dominan sepanjang ronde.
Pada ronde-ronde selanjutnya, Tammara kembali menguasai bagian tengah ring dan efektif menggunakan jab serta pukulan ke tubuh. Penampilan yang semakin agresif dengan rentetan pukulan kiri keras yang beberapa kali membuat Desley goyah.
Ia terus menekan, mendorong Desley ke tali ring dan berkali-kali mendaratkan pukulan kiri maupun kanan. Meski Desley mencoba membalas lewat kombinasi, tetapi Tammara tetap lebih efektif dalam pertukaran pukulan. Tammara kemudian mendesak Desley ke pojok dan mendaratkan hook serta pukulan kiri keras membuat hidung Desley mulai berdarah. Lawannya sempat terjatuh setelah terkena pukulan keras, tetapi wasit menyatakan itu sebagai terpeleset.
Desley memberikan perlawanan pada ronde keenam dengan maju lebih agresif dan mendaratkan beberapa pukulan kanan yang menyulitkan Tammara. Namun, petinju Australia itu menerima balasan pukulan kiri, membuat ronde itu lebih seimbang.
Pada ronde berikutnya, Tammara kembali efektif dengan jab dan kombinasi pukulan. Namun, benturan kepala yang tidak disengaja membuat hidungnya berdarah cukup deras sehingga pertandingan sempat dihentikan. Desley tampil lebih berani dengan terus maju dan berusaha menekan lawan, membuat pertarungan berlangsung lebih ketat di jarak dekat. Keduanya banyak terlibat pertarungan jarak dekat di sekitar tali ring.
Pertukaran pukulan di jarak dekat tetap dalam kendali Tammara hingga menutup pertarungan dengan kembali menekan Desley ke sudut ring. Ia mendaratkan uppercut dan beberapa pukulan kiri, sementara Robinson kesulitan melepaskan diri dari tekanan dan clinch.
Hingga bel terakhir berbunyi, Tammara tetap menjadi petinju yang lebih dominan dan memastikan kemenangan mutlak untuk merebut gelar dunia dalam pertarungan profesional kelimanya, sekaligus menjaga rekor tak terkalahkannya dengan lima kemenangan termasuk tiga knockout (KO).
Oleh Aloysius Lewokeda
Editor : Junaydi Suswanto





