MANADO, 22 SEPTEMBER 2026 — Gunung Soputan kembali menunjukkan dinamika kegempaan yang signifikan. Dalam kurun waktu 24 jam pada pengamatan Senin (21/9/2026) kemarin.
Dalam siaran pers yang diterima MANADONES, gunung api aktif yang memiliki ketinggian 1.809 mdpl selama pengamatan mengalami enam kali guncangan gempa vulkanik dangkal serta tujuh kali gempa tektonik jauh.
Aktivitas gempa vulkanik dangkal ini mengindikasikan adanya tekanan magma yang terus bergerak ke permukaan dekat kawah. Secara visual, dari puncak gunung juga teramati asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis membubung selinggi 10–15 meter.
Merespons potensi ancaman akibat aktivitas kegempaan ini, PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat. Penyusun laporan PVMBG, Dewa Putu Pastika, mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tidak mendekati area bahaya. “Warga dilarang beraktivitas dalam radius 1,5 km dari puncak serta area sektoral barat–barat laut sejauh 2,5 km guna mengantisipasi leleran lava maupun awan panas guguran yang dapat dipicu oleh peningkatan gejolak vulkanik,” jelasnya dalam siaran pers ini.
Selain melarang aktivitas warga di daerah bukaan kawah, masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Ranowangko, Lawian, Popang, dan Londola Kelewahu juga diminta mewaspadai ancaman lahar, terutama saat intensitas hujan meningkat di area lereng. (gracey wakary)






