Tiga Dosen Polimdo Kibarkan Merah Putih di Ajang 15th China Innovation and Entrepreneurship Competition

Ir Farly Kalumata MT dan Steven Richard Kamurahan ST MAr, dan Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir Rudolf EG Mait ST MT, Ir Farly Kalumata yang membawa proyek TerraSight AI - Automated, Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operation, dan berhasil menjadi juara III di China siang kemarin.

MANADO, 30 OKTOBER 2026 – Hasil luar biasa dicetak oleh tim Politeknik Negeri Manado (Polimdo), di ajang 15th China Innovation and Entrepreneurship Competition – “AI+Construction Machinery” Division,  yang digelar siang kemarin.

 

Bacaan Lainnya

Tim Polimdo, yang beranggotakan tiga dosen terbaiknnya yaitu Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir Rudolf EG Mait ST MT, Ir Farly Kalumata MT dan Steven Richard Kamurahan ST MAr, membawa proyek TerraSight AI – Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operation, mampu masuk tiga besar dan sukses menggungli 600 tim umum dan perguruan tinggi dunia.

Baca juga  Prediksi Pakar Hukum Unsrat Sebut Gibran akan jadi Rebutan usai Putusan MK

 

Hasil final di ajang yang digelar oleh China.

Sukses ini menjadikan Polimdo sebagai satu satunya wakil Indonesia yang masuk tiga besar, usai berhasil masuk 12 besar, yang sebelumnya bersaing dengan 618 tim.

 

Bagi Direktur Polimdo Dra Mareyke Alelo MBA, keberhasilan ini menujukkan pecapaian yang tidak main main. Dimana kelas Polimdo, makin terasah dan diuji bukan hanya dalam negeri tetapi luar negeri. “Apa yang dibawa oleh tim kita ke ajang di China ini adalah kemampuan AI yang dikombinasikan dengan teknik untuk menjangkau bawah bumi. Dan teknologi ini dimiliki oleh Polimdo melalui Ti TerrraSight AI ini. Kami bangga, mereka membuat kita setara dengan perguruan tinggi lainnya, selamat buat tim TerraSight,” ungkap Alelo pada MANADONES.

 

Kordinator tim,Ir Rudolf EG Mait ST MT menjelaskan bahwa kehadiran tim Polimdo dalam ajang bergengsi ini diminta langsun oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, namun kesiapan tim dibangun langsung oleh Polimdo, termasuk dalam metodelogi yang digunakan.

Baca juga  Wadir Kemahasiswaan Ingatkan Warga Polimdo Meneladani Para Pahlawan

 

“TerraSight AI ini kami ambil menjadi proyek dalam ajang kompetisi. Kolaborasi kami bertiga dituangkan dalam proyek ini. Yang kami yakini akan dibutuhkan oleh kebutuhan industri tambang terutama penggunaan alat berat dan kemampuan melihat apa saja yang dimiliki oleh bawah bumi,” terang Mait.

 

Dia juga menyebut hasil capaian ini menjadi bagian pengembangan AI di Polimdo, sekaligus membuktikan SDM Polimdo makin bersinar di dunia internasional secara langsung melalui kompetisi internasional, selain jurnal internasional. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *