Minim Beroperasi Selama Pandemi Tagihan PDAM Membengkak, Pengusaha Sangihe Protes

TAHUNA — Sem Lahea, berulang kali membaca tagihan rekening air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) miliknya, bagi pengusaha yang memiliki usaha pengolahan sagu terbesar di Sangihe, tagihan ini disebutnya amat besar dan tidak sesuai dengan pemakaian.

Menurutnya, selama masa pandemi mulai Maret 2020 lalu, usaha nya ini sudah amat jarang beroperasi malah bisa disebut hampir tutup, jadi katanya penggunaan air sama sekali sangat minim. Warga Kampung Naha Kecamatan Tabukan Utara ini pun, sempat mengembalikan tagihan air dan meminta perusahaan air ini untuk melakukan perhitungan kembali. “Tapi bukannya memberi penjelasan, PDAM justru menutup sambungan dan mencabut meteran air saya tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Tagihan bukan tak mampu saya bayar, tapi tagihannya tidak sesuai pemakaian. Itulah saya pertanyakan dan minta penjelasan,” tuturnya.

Bacaan Lainnya
Baca juga  MoU Polda -- BRI dan Developer KMS jadi Solusi Kebutuhan Perumahan PNS Polda di Sulut

Namun, ungkap Sem petugas PDAM yang dinilainya bertindak sewenang – wenang tanpa prosedur.

Ini membuat nya geram dan segera meminta pihak PDAM Sangihe segera membongkar pipa – pipa air di 11 titik yang melewati lahan pribadi miliknya, tanpa mendapatkan persetujuan awal darinya. “Jika PDAM tidak membongkar jaringan pipa tersebut, bisa saja permasalahan ini saya bawa ke ranah pidana. Ini bisa jadi pidana penyerobotan tanah,” tambahnya.

Bagaimana tanggapan pihak PDAM Sangihe? Menurut, Direktur PDAM Sangihe Novi Tampi, ketika dimintai konfirmasi via telpon menjelaskan bahwa persoalan ini berawal ketika adanya tagihan tunggakan yang tidak dibayarkan oleh Sem, dia kemudian menerangkan bahwa terkait permintaan Sem untuk membongkar pipa PDAM yang ada di lahannya, Tampi menyatakan pihak PDAM sebelum menanam pipa air telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kmpung Naha. ” Teapi untuk membongkar pipa itu hak dari pemilik lahan, terserah saja, itu dorang pe hak,” ucap Novi. (Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *