MANADO, 3 JUNI 2021 – Pemerintah Sulawesi utara (Sulut), telah membuka kegiatan pariwisata dengan standar kesehatan Covid –19, dan pelaku pariwisata telah menerapkan standar CHSE yang merupakan singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan).
Penerbangan langsung ke Manado dari beberapa negara pun telah dibuka. Dan, dari data dari Bapan Pusat Statistik (BPS) Sulut yang dikeluarkan kemarin, untuk perkembangan pariwisata di Sulut Per April 2021, jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Sulut, melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi sebanyak 2.685 orang, data ini meningkat 6,84 persen dibanding bulan Maret 2021 (M-to-M). Bulan April 2020 tidak ada kunjungan ke karena pandemic baru telah memuncak dan semua penerbangan menutup perjalanan ke negara negara.
Dalam data ini, hanya wisman Cina yang dating untuk jalan jalan ke Nyiur melambai. “Jadi 100 persen wisman adalah warga Cina. Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel berbintang di Sulut per April 2021 mencapai 43,01 persen meningkat 5,85 poin (11,97 persen) dibanding TPK bulan Maret 2021 yang sebesar 48,86 persen,” kata Asim Saputra dalam rilis media BPS Sulut yang dikirim kemarin.
BPS Sulut juga merilis rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel berbintang bulan April 2021 lalu, hanya mencapai 2,11 hari atau meningkat 0,17 poin dibanding bulan Maret 2021. Sedangkan Rata-rata lama menginap tamu asing (RLMT Asing) hotel berbintang bulan April 2021 mencapai 3,49 hari menurun 2,73 poin dibanding bulan Maret 2021.
Walau begitu, Satuan Tugas Penanganan Covid –19 Sulut, dr Steaven Dandel menyebutkan bahwa para wisman atau pun warga asing yang telah melakukan perjalanan dari luar negeri dan masuk ke Manado melalui pintu kedatangan internasional wajib melakukan isolasi mandiri di beberapa hotel berbintang yang ada. “Jadi mereka wajib mengisolasi diri selama lima hadi di hotel yang telah ditunjuk satgas, dengan pembiayaan ditanggung mereka secara pribadi,” jelas Dandel. (graceywakary)





