MANADO, 15 SEPTEMBER 2022 – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut), siang tadi resmi mengeluarkan data statistic resmi, tentang Perkembangan Ekspor dan Impor di Agustus 2022.
Dalam rilis yang digelar terbuka melalui live streaming Youtube dan Virtual Zoom ini, Kepala BPS Sulut Asim Saputra memberikan rangkaian data yang penting dalam pertumbuhan ekonomi nyiur melambai.
Data ini, disebutkan bahwa nilai ekspor nonmigas Sulut pada Agustus 2022 tercatat sebesar USD88,16 juta sementara impornya senilai USD12,56 juta. Untuk, komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Agustus 2022 masih didominasi lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), yaitu senilai USD42,98 juta, atau 48,75 persen dari total ekspor. “Sedangkan, untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27), yaitu senilai USD10,82 juta atau 86,14 persen dari total impor,” kata Asim.
Diterangkan juga, bahwa Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sulut pada Agustus 2022 ini, dengan nilai mecapai USD22,20 juta atau 25,19 persen dari total ekspor. Malaysia, menjadi negara asal impor terbesar pada bulan Agustus 2022 yang mencapai USD11,06 juta atau sebesar 88,07 persen dari total impor.
Khusus, nilai neraca perdagangan, Asim menyebutka Sulut diukur melalui penghitungan net ekspor (total ekspor dikurangi total impor), pada bulan Agustus 2022 mengalami surplus senilai USD75,61 juta. “Nilai ini, mengalami penurunan dibandingkan kondisi bulan sebelumnya yang tercatat surplus senilai USD118,26 juta,” jelas Asim lagi, sambil menambahkan masyarakat bisa mendapatkan info lebih detail dengan mengunjungi website sulut.bps.go.id. (graceywakary)





