MANADO, 30 NOVEMBER 2022 – Kemampuan Indonesia, menghadapi krisis ekonomi global akibat Covid 19 dan perang antara Rusia dan Ukarina disebut Presiden RI Joko Widodo, sebagai hal yang luar biasa.
Namun hal ini, patut diwaspadai oleh semua pengerak ekonomi daerah. “Hati hati dan waspada. Saya titip hati hat bukan yang ngak baik, sudah baik tapi hati hati jangan menjadi nga baik,” kata Presiden RI dua periode ini, saat memberikan sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) di Jakarta, siang tadi, yang juga digelar secara hybrid di BI Kantor Perwakilan Sulawesi utara.
Presiden Joko Widodo, juga mengungkap tiga hal untuk diwaspadai dan dijaga untuk tahun 2023 mendatang. Ketiga hal tersebut adalah pertama, ekspor yang disebutnya sejak tahun lalu meningkat karena besarnya permintaan pasar Cina dan Eropa, pada benda barang dari NKRI. “Tapi, kini Cina lockdown lagi karena Covid, kemudian perang Rusia Ukraina yang belum berakhir. Ini harus diwaspadai,” katanya
Kedua, sebut Jokowi adalah masalah kepercayaan dari investr yang sudah didapat oleh RI, harus dijaga. Kemudian dia mengurai tentang target investasi Indonesia pada 2021 lalu yang mampu dicapai yaitu sebesar Rp900 triliun, dan di tahun 2022 dengan target sebesar Rp1.200 triliun yang juga diungkapnya akan tercapai. Tetapi, mantan Wali kota Solo ini menyebut target investasi ada 2023 yang sebesar Rp1.400 triliun, belum pasti bisa dicapai, jika NKRI tidak menjaga trust atau kepercayaan dari para investor yang menanamkan modalnya untuk pengembangan usaha.
“Makanya saya titip, pada para pemimpin daerah gubernur, wali kota dan bupati agar jangan ganggu investasi. Investasi adalah kunci dari pertumbuhan ekonomi kita,” tegas presiden, sembari menambahkan pada kwartal III PE Indonesia tumbuh sebesar 5,2 karena dukungan investasi.
Ketiga, adalah menjaga komsumsi rumah tangga, untuk itu presiden meminta untuk berhati hati menjaga pasokan pangan, dan pasokan energi. (graceywakary)





