MANADO, 12 JUNI 2023 – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), Andry Prasmuko menyebut optimistisnya, pada perekonomian Nyiur melambai untuk keseluruhan tahun 2023 ini, namun persentase kemiskinan yang tinggi harus dicari solusinya.
Dalam sambutan yang dibacakan Prasmuko, di Diskusi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Sulut serta Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sulut Triwulan I 2023, pagi tadi. Ia menjelaskan, indikator ekonomi daerah ini sangat bagus. Dilihat dari perekonomian Sulut pada triwulan I 2023 yang tumbuh sebesar 5,26% (yoy), atau menguat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,20% (yoy). “Tetapi, kita malu juga karena angka kemiskinan di Sulut yang tinggi walau tidak tinggi secara nasional. Kita perlu berupaya bersama-sama dan cari solusinya, agar lepas dari kemiskinan,” tutur Prasmuko, sambil menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut.
Tidak hanya itu, pimpinan BI Kpw Sulut ini mengeluakan data dari sisi permintaan, yang menyebut perekonomian Sulut pada triwulan I 2023 didorong oleh konsumsi rumah tangga yang mengalami pertumbuhan sebesar 8,74% (yoy), dengan andil sebesar 3,95% (yoy) selaras dengan peningkatan aktivitas masyarakat dan pelaku usaha, terutama setelah berakhirnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Lebih lanjut, ia menyebut juga Inflasi Sulut yang tercermin dari inflasi Kota Manado dan Kotamobagu triwulan I 2023 meningkat dari triwulan sebelumnya. Inflasi Manado pada triwulan I 2023 sebesar 5,20% (yoy). Sementara Kotamobagu tercatat inflasi 6,95% (yoy). Inflasi di keduakota tersebut lebih tinggi dari inflasi Nasional triwulan I 2023 yang sebesar 4,97% (yoy). “Kami berharap, laporan ini dapat memperkuat optimisme akan prospek perekonomian Sulut yang lebih baik ke depan,” tambahnya serta menyentil akan hadirnya neraca pangan Sulut dalam waktu dekat ini.
Seperti diketahui, BPS Sulut telah merilis data terbaru untuk jumlah warga Sulut per 2022 lalu mencapai angka 2.659.543 orang, atau yang naik sebanyak 20.912 orang pada 2021 lalu yang totalnya 2.638.631 orang. Sementara, untuk angka kemiskinan yang terdata BPS Sulut per tahun 2022 mencapai 185,14 ribu orang, dan pada tahun 2021 lalu mencapai angka 196,35 ribu orang. (graceywakary)





