BI KPw Sulut Prediksi PE Sulut Tahun 2024 Dikisaran 5,20% — 6,20%

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023 yang digelar secara hybrid untuk nasional pada (29/11) lalu di KPw BI Sulut.

MANADO, 1 DESEMBER 2023 – Sinergi yang baik, antarsesama stakeholder yang telah terjalin selama ini, membuat Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), optimistis pertumbuhan ekonomi (PE) akan tumbuh lebih baik pada 2024 mendatang.

 

Bacaan Lainnya

Ini, disampaikan oleh Deputi KPw BI Sulut, Fernando R Butarbutar, pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023, yang digelar nasional secara hybrid, dan disaksikan langsung secara live di KPw BI Sulut pada (29/11) lalu. Menurut Butarbutar, outlook ekonomi Sulut pada tahun 2023 ini, diprakirakan akan tumbuh pada kisaran 5,10%–6,10% (yoy), dan tumbuh lebih baik lagi seiring dengan trajektori perbaikan pertumbuhan di kisaran 5,20%-6,20%(yoy) pada tahun 2024 mendatang.

Baca juga  Pandemi Tak buat PE Sulut Merayap di Semester I

 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Fernando R Butarbutar dalam kesempatan tersebut di Manado turut menyampaikan outlook ekonomi Sulawesi Utara ke depan.

Sementara untuk inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Sulut pada tahun 2023 diprakirakan akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya, namun tetap berada dalam sasaran nasional 3,0%±1%. Dimana, tekanan utama kenaikan harga berasal dari sisi penawaran, harga komoditas pangan strategis mengalami peningkatan seiring dengan menurunnya pasokan seiring dampak fenomena El-Nino. “Selanjutnya, di tengah penyesuaian target inflasi nasional pada tahun 2024, menjadi 2,5%±1%, inflasi Sulut juga diprakirakan masih terjaga,” tuturnya.

 

Diurainya, ada tiga rekomendasi langkah-langkah penguatan yang direkomendasikan KPw BI Sulut, untuk mengakselerasi PE tersebut, pertama adalah bersinergi mendorong PE dan pengendalian inflasi melalui penguatan data dan informasi terkait dengan profil UMKM dan Kelompok Tani potensial dibiayai. Kedua adalah, sinergi dalam promosi investasi, perdagangan, dan pariwisata, mengingat peran investasi dan ekspor dalam mendorong PE Sulut cukup tinggi (pangsa PMTB dan Ekspor mencapai 60,08%). Dan yang ketiga adalah sinergi dalam implementasi sistem pembayaran digital, termasuk elektronifikasi transaksi Pemda. Pada pertemuan ini, dihadiri juga oleh Satuan Kerja Peragkat Desa (SKPD) Sulut, instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha, akademisi dan media tersebut. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *