MANADO, 12 DESEMBER 2023 – Sektor pertanian, masih menjadi unggulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi (PE) Sulut sebesar 5,40 persen di triwulan III -2023 (year on year).
Dalam data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, pertanian, kehutanan da perikanan memberikan kontribusi positif untuk PE dengan tumbuh 0,97 selain konstruksi yang menberikan kontribusi 1,59 dan sektor transportasi dan perdagangan dengan 1,10. Pertanian disebut Kepala BPS Sulut, Asim Saputra sebagai sektor yang konsisten terus mendukung PE Sulut dan menjadi penyumbang tenaga kerja sejak sebelum pandemi, pandemi, hingga melewati pandemi seperti saat ini.
Dari data terbaru hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) I Sulut, yang resmi diumumkan ke publik pekan lalu. Dalam ST2023 I Sulut ini, sektor pertanian memiliki jumlah usaha pertanian sebanyak 271.585 unit, begitu juga dengan jumlah Usaha Pertanian Perorangan (UTP) sebanyak 271.269 unit, sementara untuk jumlah Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB) sebanyak 37 perusahaan. Sementara jumlah Usaha Pertanian Lainnya (UTL) tahun 2023 sebanyak 279 unit. Uniknya, dalam ST2023 I ini, Kota Manado yang dikenal sebagai perkotaan maju, ternyata masih memiliki lahan pertanian dan disebut Asim ikut berkontribus sebesar 1,51 persen dari total UTP atau usaha pertanian perorangan. “Artinya usaha pertanian di kota Manado masih ada dan maju, karena mampu hadirkan sebanyak 4.086 unit. Mereka bertani dan menghasilkan,” kata Asim.
Wali Kota Manado, Anderei Angouw yang belum lama ditemui MANADONES menjelaskan, sektor pertanian masih terus digalakan dan menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Manado, Orang Kota Bakobong, yang juga mendukung program OD – SK, Mari Jo Bakobong. Ini, disebunya sebagai bagian dari meningkatkan ketahanan pangan, mendorong perputaran ekonomi keluarga serta menjaga laju inflasi kota.
Saat ini, Kota Manado menurut data terbaru Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado memiliki sekira 5000 Ha lahan pertanian aktif yang dikelolah oleh para petani aktif yang masuk dalam kelompok tani unggulan. “Namun di Kota Manado juga banyak kelompok pertanian perorangan yang mengolah lahan petaniannya secara mandiri,” kata Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado, M Sofyan, didampingi Sekretaris Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado Steff Modaso dan Kordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado, Alfriane Tabalujan.
Diurai, Sofyan, lahan pertanian Kota Manado saat ini paling besar berada di tiga kecamatan yaitu Mapanget, Bunaken dan Tikala yang meghadirkan lahan pertanian jagung dan perkebunan kelapa. Khusus pertanian jagung, disebutnya pada akhir 2023 ini, ada 288 kelompok tani binaan yang terus berkontribusi dalam produksi jagung. “Selain itu, dinas kami juga terus melakukan sosialisasi tentang berkebun di rumah atau urban farming, dan menjadikan perumahan sebagai lahan kebun produktif yang asri, melalui teknik pertanian hidroponik dan menggunakan media kekinian,” teran Sofyan, sembari menyebut lahan pertanian kekinian, adalah menggunakan lahan teras rumah sebagai lahan produktif, seperti menanam cabe dan sayuran yang bernilai ekonomi, yang percontohannya ada di kawasan perumahan elit Manado, Taman Sari Metropolitan.(gracey wakary)





