MANADO, 20 FEBRUARI 2024 – Nyiur melambai, memiliki beragam potensi pariwisata unggul, yang mampu mendorong positif pertumbuhan ekonomi (PE) daerah.
Ini, diungkapkan dalam Dedicated Team Meeting Regional Investor Relations Unit (DTM RIRU), yang digelar kemarin (19/2) dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sulawesi Utara (BI Sulut), Andry Prasmuko, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulut, Syaloom HD Korompis. Dimana daalm DTM RIRU ini, semua komponen organisasi perangkat daerah (OPD) di Sulut. “Ini untuk menyamakan arah program kerja strategis pada tahun 2024, sekaligus memperkuat komitmen pemda dan instansi lainnya baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota, dalam mendorong investasi dan ekspor,” kata Prasmoko.
Selain itu, Prasmoko juga menyebut pentingnya integrasi data dan informasi, dalam upaya bersama meningkatkan proyek investasi clean and clear yang siap ditawarkan kepada investor, dan meningkatkan UMKM yang siap ekspor dalam jumlah masif di Sulut. “Karenanya, RIRU Sulut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memaksimalkan perannya, termasuk dengan menggandeng pelaku usaha dan akademisi,” ungkapnya lagi.
Selain itu, dalam kegiatan yang digelar di KPw BI Sulut, menyepakati untuk bersinergi dalam mendukung pemetaan proyek investasi clean and clear di tahun 2024 melalui pelaksanaan the North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) yang kemudian akan dipromosikan pada the North Sulawesi Investment Forum (NSIF). Akselerasi investasi dan perdagangan yang dilakukan oleh RIRU diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sulut yang makin baik
RIRU Sulut telah terbentuk sejak tahun 2017 dan memiliki tujuan utama sebagai pusat pelayanan informasi (inquiry handling), promosi dan peluang investasi bagi investor serta eksportir prominen. (graceywakary)





