Balai Bahasa Provinsi Sulut Selenggarakan Bimtek Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tonsawang

Para peserta Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tonsawang, yang digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi utara sejak 14 Mei lalu, di Hotel D'Jtos, Minahasa Tenggara.

MANADO, 16 MEI 2024 – Sebanyak 38  guru, yang terdiri dari 16 guru SD dan 22 guru SMP yang bertugas di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tonsawang, yang digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada hari Selasa, 14 Mei 2024 hingga Jumat (17/5) besok, di Hotel D’Jtos, Mitra.

 

Bacaan Lainnya

Revitalisasi bahasa daerah secara umum diartikan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah melalui pewarisan kepada generasi muda untuk mendorong penggunaan bahasa daerah dalam berkomunikasi sehingga bahasa daerah yang direvitaliasi masuk pada taraf aman. Perlindungan bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama. Selain masyarakat pemilik bahasa daerah, pemerintah pun ikut andil dalam usaha pelestariannya. Ini tercermin dalam UUD 1945 Pasal 32 Ayat 1, negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kearifan budaya nasional.

Baca juga  Bahasa Indonesia jadi Mata Kuliah Wajib di Universitas Sofia Bulgaria

 

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulut, Januar Pribadi, mengatakan bahwa bahasa daerah di Indonesia ada yang masuk kategori aman, rentan, mengalami penurunan, terancam punah, kritis dan kategori punah. Bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Utara kecenderungannya mengalami kemunduran, terancam punah, dan kritis. “Jangan sampai ada bahasa daerah yang punah di Sulawesi Utara. Kepunahan bahasa daerah berarti hilangnya kekayaan bagi para penutur bahasa tersebut,” ujar Januar. Dia kemudian menjelaskan tujuan akhir dari revitalisasi adalah agar para penutur menggunakan bahasa daerah dan menjaga kelangsungan hidup bahasa daerah dan sastra daerah, menciptakan kemampuan kreativitas dari penutur untuk mempertahankan bahasa daerah.

 

Kepala Dinas Pendidikan Mitra, Sarah Ivane Kindangen, mendukung langkah revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi Sulut. “Dinas Pendidikan Mitra melakukan Vitalitas, Konservasi, dan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah; Publikasi Bahasa dan Sastra Daerah; Penghargaan Tokoh Kebahasaan dan Kesastraan Daerah; serta Peningkatan Apresiasi Siswa terhadap Bahasa dan Sastra Daerah untuk menjaga kelestarian bahasa daerah di Minahasa Tenggara, tutur Sarah. Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Tenggara juga berharap revitalisasi bahasa daerah efektif dalam mempertahankan bahasa Tosawang di Minahasa Tenggara. Beliau juga menambahkan bahwa pejabat daerah berperan penting untuk membuat regulasi di daerah dengan berpatokan pada regulasi pemerintah pusat dalam menjaga bahasa daerah. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *