Sulut Deflasi Terus Ketua ISEI Manado Rekomendasikan Empat Hal ini

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado untuk periode 2022-2025, Joy Elly Tulung SE MSc PhD.

MANADO, 8 OKTOBER 2024 – Deflasi yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut di Sulawesi Utara (Sulut), juga menarik perhatian dari  Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado untuk periode 2022-2025, Joy Elly Tulung  SE MSc PhD.

 

Bacaan Lainnya

Menurut lulusan SKEMA Business School di Prancis dan University of Groningen di Belanda ini, tahun 2024 menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat dan melemahnya permintaan barang serta jasa. Kondisi ini dapat mengindikasikan perlambatan ekonomi lokal yang berpotensi mempengaruhi sektor perdagangan, industri, dan investasi. Meski penurunan harga mungkin tampak menguntungkan bagi konsumen, deflasi berkepanjangan bisa menimbulkan dampak negatif, seperti penurunan pendapatan usaha, peningkatan pengangguran, serta hilangnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi jangka panjang. Perlu adanya intervensi kebijakan dari pemerintah untuk mendorong permintaan dan menstimulasi ekonomi agar keluar dari tren deflasi ini.

Baca juga  PPATK: Transaksi Judi Daring Berhasil Ditekan karena Ketegasan Prabowo

 

“Saya merekomendasi kebijakan buat pemerintah Sulut dalam mengatasi deflasi yang terjadi dan perlu hadirnya mempertimbangkan langkah-langkah kebijakan yang tepat. Pertama mendorong stimulus ekonomi yaitu  pemberian stimulus ekonomi yang langsung menyasar masyarakat dengan tujuan meningkatkan daya beli dan konsumsi,” tutur lulusan SE dari Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pada MANADONES. Dia menyebut, pemerintah dapat mempercepat penyaluran bantuan sosial, program padat karya, dan pemberian insentif bagi sektor-sektor yang terdampak.

 

Hal kedua yang diingatkan Joy adalah meningkatkan investasi di sektor produktif, dimana  pemerintah perlu mendorong investasi di sektor-sektor produktif yang memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan permintaan barang dan jasa. Pengembangan infrastruktur dan promosi pariwisata lokal bisa menjadi salah satu solusinya. Kemudian yang ketiga, peningkatan ekspor komoditas dimana dengan kondisi permintaan domestik yang lemah, pemerintah dapat mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan dari Sulawesi Utara seperti hasil perikanan dan pertanian. “Hal ini, tidak hanya akan membantu menjaga stabilitas harga, tetapi juga bisa membuka pasar baru bagi produk lokal,” terangnya.

Baca juga  BPS Temukan 11 Ribu KPM tidak Layak Lagi Terima Bansos

 

Dan yang keempat, perkuatan pada UMKM yaitu pemerintah daerah harus fokus dalam memperkuat sektor UMKM, memberikan akses kredit yang lebih mudah, dan membantu meningkatkan daya saing produk lokal agar lebih tahan terhadap guncangan ekonomi. Sulut pada September 2024 lalu, kembali mengalami deflasi, sesuai dengan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), sebesar  0,54  persen untuk month to month (m-to-m). (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *