Iswan Sual Wakili LAROMA Ikuti Lokalatih Paralegal Nasional untuk Advokasi Warga Penghayat

Iswan Sual dari LAROMA (ikat kepala merah) saat mengikuti Lokalatih Paralegal Nasional, di Jakarta belum lama ini.

MANADO, 26 JUNI 2025 – Iswan Sual, ketua dari penghayat kepercayaan Lalang Rondor Malesung (LAROMA), pekan lalu menjadi salah satu peserta yang mengikuti Lokalatih Paralegal Nasional, di Jakarta belum lama ini.

 

Bacaan Lainnya

Disebut Sual, kegiatan ini digelar langsung oleh Direktorat Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (Dit BKMA) Kementerian Kebudayaan RI, untuk membekali para penghayat agar bisa melaksanakan swabela (advokasi), saat terjadinya aksi kekerasan saat menjalankan ibadah dan ritual. Sual menjelaskan bahwa LAROMA dan perwakilan dari penghayat Masade (Sangihe) dan Adat Musi (Talaud), dari Sulut menjadi bagian yang dipilih untuk mengikuti ajang penguatan hukum sebagai upaya pembekalan kepada warga penghayat agar bisa melaksanakan swabela (advokasi).

Baca juga  Jokowi Ucapkan Terima Kasih Atas Sambutan Masyarakat

 

“Lokalatih ini digelar untuk kami, dengan melihat masih tingginya kasus intoleransi dan diskriminasi terhadap penganut agama leluhur atau penghayat kepercayaan di Indonesia,” kata Iswan pada MANADONES. LAROMA sendiri, diungkapnya pada 21 Juni 2022 lalu mengalami dan merasakan intolenransi. Dimana rumah ibadah atau yang disebut Wale Paliusan milik penghayat kepercayaan Lalang Rondor Malesung (LAROMA) terjadi di Desa Tondei Dua, Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara pada tanggal 21 Juni 2022.

 

Pada ajang pelatihan selama 3 hari dari 17-20 Juni 2025, Iswan bersama sejumlah 30-an pemuda penghayat kepercayaan dari seluruh pelosok Nusantara dibekali dengan berbagai materi, simulasi dan rencana aksi. Peserta di kegiatan ini materi mulai dari Kerangka Hukum, HAM dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB), Mekanisme Pemulihan Melalui Advokasi Hak KBB, Kerangka Hukum dan Hak KBB, HAM dan Hak Konstitusional Penghayat Kepercayaan. Ada juga Pengantar Hukum dan Sistem Peradilan di Indonesia, Keparalegalan, Pemantauan Peristiwa Pelanggaran Hak KBB, dan Negosiasi sebagai Cara Advokasi .

Baca juga  Kate Beckinsale Minim Perhiasan di Chopard Event Cannes

 

Selain mengikuti kegiatan lokalatih peserta juga diberi kesempatan untuk berkunjung gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Di tempat tersebut, peserta juga mendapat materi terkait seluk beluk terkait hukum dari pihak MK, lalu diajak berkunjung ke perpustakaan sejarah konstitusi (Puskon) yang di gedung yang sama. Usai di gedung MK peserta diarahkan ke depan Istana Negara untuk memantau kegiatan unjuk rasa Aksi Kamisan. Adapun para fasilitator pada kegiatan ini adalah tim aktifis Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN) Pusat seperti Syamsul Alam Agus, Dr Samsul Maarif, Fatiatulo Lazira, Nur Amalia, Gregorius B Djako, dan Surti Handayani. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *