MANADO, 10 JULI 2026 – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UN Resident Coordinator di Indonesia, Gita Sabharwal, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Apresiasi tersebut diberikan atas kepemimpinan OJK dalam mengoordinasikan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) sebagai benteng pertahanan digital.
Gita Sabharwal menyatakan bahwa langkah mitigasi yang diambil Indonesia sangat krusial. Sebab, keberhasilan satu tindakan scam tidak hanya merugikan materi, tetapi juga mengikis kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital serta melemahkan inklusi keuangan.
“Transformasi digital Indonesia menciptakan peluang besar bagi inovasi dan pertumbuhan. Namun, manfaatnya hanya bisa terwujud jika masyarakat memiliki kepercayaan penuh pada sistem penopangnya,” kata Gita dalam seminar bersama OJK dan UNODC di Jakarta, Senin (6/7) lalu.
Kemitraan antara badan PBB seperti UNODC dengan OJK diwujudkan melalui penyediaan keahlian kebijakan, bantuan teknis, serta pemberian wawasan global guna menghalau jaringan kejahatan internasional.
Senada dengan hal tersebut, Resident Advisor United States Bureau of INL, Justin Brown, menambahkan bahwa penipuan daring kini telah menjadi tantangan global yang memerlukan respons kuat. Kolaborasi ketat antara sektor publik, swasta, dan kerja sama internasional mutlak diperlukan karena jaringan kejahatan ini beroperasi tanpa mengenal batas negara. (gracey wakary)




