MANADO, 21 JULI 2026 – Steven Kowaas resmi meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan atau MIP, usai lulus dalam ujian tesis yang digelar Senin Kemarin, di ruang seminar Gedung L2 Pascasarjana lantai 2, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Keberhasilannya ini, juga mendobrak pandangan umum, atas keberadaan para sahabat Disabilitas yang ada di Sulawesi utara (Sulut), yang kerap sulit untuk mengakses pendidikan tinggi lanjutan.
Pada MANADONES, Kowaas mengungkapkan bahwa dua tahun lalu dirinya sempat gamang untuk melanjutkan kuliah, malah dirinya sempat menyurat resmi ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), untuk mendapatkan dukungan dan ijin melanjutkan ke jenjang S2 nya.
Alhasil, saat dinyatakan lulus untuk meneruskan pendidikan S2 di Program Pascasarjana Ilmu Pemerintahan Unsrat Manado, Pria asal Tomohon ini, sempat kaget. “Saya kaget, dan itu pengalaman yang luar biasa,” ujarnya, sembari menyebut dirinya sebagai mahasiswa pascasarjana Sahabat Disabilitas Netra yang pertama.
“Implementasi PKPU Nomor 12 Tahun 2024 dalam Pemenuhan Hak Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas di Kecamatan Tikala Kota Manado pada Pilkada 2024”, menjadi tesis buatannya dengan bimbingan langsung oleh Dekan FISIP Unsrat, Dr. Ferry Daud Liando.
Dan dihadapan para penguji, yakni Prof. Dr. Rino Rogi, Dr. Michael Mamentu, Dr. Buce Pati, dan Dr. Welly Waworundeng yang juga menjabat Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Pascasarjana Unsrat, Kowaas mampu mempertahankannya.
Direktur Pascasarjana Unsrat, Prof. Markus Lasut, menegaskan bahwa Unsrat Manado merupakan kampus yang ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas. “Siapapun yang ingin meneruskan pendidikan, kami terbuka, Unsrat adalah PT yang inklusi yang berdaya saing. (gracey wakary)






