MANADO, 9 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Utara menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Langkah ini diambil sebagai wujud sinergi menjaga stabilitas harga pangan dan memacu digitalisasi ekonomi di wilayah tersebut. Dalam rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Bupati Boltara, Sirajudin Lasena, serta dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Purwanto, Manajer PEPK dan LMS OJK SulutGo Toar Kaesar Dotulung, Kepala BPS Boltara Andi Alimuddin, hingga jajaran Forkopimda Boltara.
Dalam arahannya, Bupati Sirajudin menegaskan komitmen Pemkab Boltara untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim, terutama pada komoditas rentan seperti cabai rawit dan beras premium.
“Boltara memiliki potensi lahan sawah yang besar, namun tantangan utamanya adalah keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) saat panen serentak. Kami mendorongekstensi produktivitas melalui kerja sama varietas padi bersama IPB, penerapan teknologi Tabela yang mampu mencapai produktivitas 10,03 ton/ha, serta membuka akses kredit alsintan bagi petani,” ujar Sirajudin.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Purwanto, menyoroti Indeks Perkembangan Harga (IPH) Boltara yang menunjukkan adanya tekanan pada komoditas cabai rawit. Untuk memitigasi hal tersebut, BI mendorong strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) melalui optimalisasi Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Kerja Sama Antardaerah (KAD).
Sebagai penutup rangkaian acara, BI Sulut menyerahkan rompi TPID secara simbolis kepada tim daerah, disusul penyerahan bantuan pakan ternak dari Pemkab Boltara kepada 10 kelompok tani setempat.






