MANADO, 20 AGUSTUS 2026 (ANTARA) – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Joko Supratikto mengatakan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga semester I tahun 2026 di daerah tersebut mencapai Rp3,85 triliun.
“Sepanjang Semester I 2026, volume transaksi QRIS telah mencapai 36,44 juta transaksi dengan nilai Rp3,85 triliun,” kata Joko, di Manado, Kamis. Dia mengatakan hingga per 30 Juni 2026, Sulawesi Utara telah memiliki sebanyak 387.182 merchant QRIS dan 597.907 pengguna QRIS.
Perkembangan QRIS yang signifikan ini tentunya tidak terlepas dari sinergi bersama antara Bank Indonesia, perbankan bersama masyarakat.
BI terus memperkuat komitmen bersama dalam memperluas manfaat QRIS di Sulawesi Utara. Pihaknya juga mengapresiasi BNI, BRI, dan Bank Mandiri atas komitmen dan kolaborasi yang sangat konkret dalam memperluas ekosistem QRIS di Sulawesi Utara.
Joko menjelaskan, cukup dengan satu kode QR, transaksi nontunai dari berbagai aplikasi bank atau dompet digital bisa langsung diproses dengan cepat, aman, dan efisien bagi pengguna maupun pemilik usaha. Ia mengatakan BI bersama pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi penggunaan QRIS sekaligus mengajak pedagang dan masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran digital dalam transaksi sehari-hari.
Penerapan QRIS dalam pembayaran retribusi daerah diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Bagi masyarakat dan pedagang, transaksi menjadi lebih praktis karena tidak perlu menyiapkan uang tunai, lebih cepat dalam bertransaksi dan tercatat secara digital.
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Ahmad Wijaya





