Rupiah Melemah Dipengaruhi Kenaikan Imbas Hasil Obligasi AS

Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 21 SEPTEMBER 2026 (ANTARA) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.783 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.758 per dolar AS.

 

Analis Doo Financial Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS. “Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah naiknya imbal hasil obligasi AS oleh prospek kenaikan suku bunga The Fed yang memberikan tekanan pada BI (Bank Indonesia) menjelang RDG (Rapat Dewan Gubernur) BI Rabu (23/9) ini,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Baca juga  BI dan Menteri BUMN Bahas Bunga Pinjaman Nol Persen bagi Ultra Mikro

 

Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan federal funds rate ke kisaran 3,75 persen hingga 4,0 persen pada hari Rabu (16/9/2026). Hal ini merupakan kenaikan suku bunga pertama bank sentral AS sejak Juli 2023. The Fed masih memiliki dua pertemuan lagi yang dijadwalkan pada tahun ini, yakni pada akhir Oktober 2026 dan awal Desember 2026.

 

Mengutip Xinhua, ringkasan proyeksi ekonomi yang diperbarui oleh para peserta Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Fed memperkirakan suku bunga kebijakan akan naik ke kisaran 4 persen dan 4,25 persen pada akhir tahun 2026.

 

Proyeksi kenaikan suku bunga Fed membuat imbal hasil obligasi AS 10 tahun masih di 5 persen, sedangkan 2 tahun naik ke 4,756 persen yang merupakan tertinggi sejak 2024. BI sendiri diperkirakan akan menahan suku bunga pada Rabu (23/9). BI dijadwalkan menggelar RDG Bulanan pada 22-23 September 2026 pekan depan. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.700-Rp17.850 per dolar AS.

Baca juga  Purbaya Investigasi Rp653 Triliun Dana Pemerintah Mengendap di Bank

 

Pewarta : M Baqir Idrus Alatas

Editor : Kelik Dewanto

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *