LIKUPANG — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) serta bupati dan wakil bupati Minahasa Utara (Minut) telah di depan mata, untuk itu masyarakat diajak untuk ikut mengawasi pelaksanaan jalannya proses tahapan yang sudah ditetapkan.
Tidak terkecuali, untuk masyarakat pesisir dan kepulauan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). “Masyarakat kepulauan dan pesisir juga punya hak yang sama. Untuk itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Rahman Ismail mengajak masyarakat ikut berperan mengawasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 23 September 2020.

“Partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih penting, tapi tidak kalah penting juga keterlibatan masyarakat dalam mengawasinya,” kata Rahman. Menurut dia, warga pesisir wajib ikut terlibat langsung dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minut 2020 pada (10/3).
Laut, menurut Rahman tidak menjadi hambatan Bawaslu Minut untuk melakukan sosialisasi untuk menjadikan pesta demokrasi di Minut dan Sulut, warga tidak perlu takut untuk menyuarakan hak ataupun dugaan pelanggaran pesta demokrasi. Tidak hanya itu saja, peran kaum milenial juga tidak kalah penting agar ikut terlibat dalam pengawasan partisipatif. Di kunjungan kerja perdana ini Rahman Ismail didampingi sejumlah Panwas Kecamatan dan staf Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga (PHH) Bawaslu Minut, menyusuri tujuh desa di dua pulau, yaitu Pulau Nain dan Pulau Matehage Kecamatan Wori.
Rahman Ismail kembali menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi Pilkada Minut untuk menciptakan pemilihan kepala daerah yang demokratis. Dengan adanya pengawasan oleh warga, maka harapan terpilih. Dalam kunjungan ini, Bawaslu Minut disambut langsung Camat Wori Edwar Tamamilang, hukum tua, perangkat desa serta masyarakat setempat. (gracey Wakary)





