TAHUNA — Untuk meningkatkan minat baca warga Kabupaten Kepulauan Sangihe, maka Dinas Perpustakaan dibawah pimpinan Johanis Pilat melakukan terobosan positif.
Salah satunya adalah mengkolaborasikan perpustakaan konvesional ke digital, dengan tujuan semua sumber bacaan untuk kebutuhan pengetahuan warga bisa dipenuhi. Terobosan ini dijelaskan Pilat pada Manadones siang tadi memungkinkan semua lapisan warga bisa mendapatkan bahan bacaan. “Saat ini kami sedang mendesain pola kerjasama penyediaan bacaan dengan membangun kolaborasi dari perpustakaan konvesional ke digital,” jelasnya. Dia juga menambahkan bahwa para pemustaka yang belum memiliki akses internet dilayani profesional dengan tim Dinas Perpustakan melalui gaya jemput bola. “Yaitu, mereka yang tidak memiliki internet akan kami layani kebutuhan baca nya dengan cukup menelepon dan sms pada kami. Kami akan membawa katalog atau bacaan yang dibutuhkan langsung kepada mereka, begitu juga saat pengembalian akan kami ambil langsung,” kata Kadis melek IT ini
Bagi Pilat, perpustakaan adalah pusat pengetahuan, dan masyarakat Sangihe tidak boleh menjadi warga kelas dua sebagai pecinta perpustakaan, dia menyebut para warga Sangihe jama kerajaan lalu, yang mencintai membaca dan hingga bisa belajar ke negeri orang. (ryansengala)





