MANADO, 12 JULI 2022 – Para petani yang ada di Sulawesi utara (Sulut), diminta untuk mewaspadai iklim yang saat ini terjadi, alias hujan yang terjadi setiap harinya.
Pasalnya, sejak Juni lalu Nyiur melambai harusnya sudah masuk pada musim kemarau, namun sejak awal Juni hujan terus terjadi. Kejadian ini, wajib diwaspadai karena dari data prakiraan Stasiun Klimatologi Sulawesi utara (Sulut) di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan La Nina masih terjadi hingga akhir Juli, dengan intensitas netral di kisaran -0,5 hingga -1.
“Ini, akan mempengaruhi petani, dalam menanam bahan pangan seperti padi, jagung, cabe, tomat dan bawang. Karena, kondisi hujan ini akan terus terjadi hingga Oktober mendatang jadi iklim ini pengaruh pada kondisi tanam,” jelas Kordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Klimatologi Sulut, Candra Buana pada MANADONES.
Selain La Nina, Candra juga menyebut posisi Sulut berada di garis Khatulistiwa yang cenderung memiliki beberapa fenomena, mulai dari ganguan tropis Filipina dan Samudera Pasifik. (graceywakary)





