MANADO, 8 SEPTEMBER 2022 – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae mengatakan OJK akan terus membangun sistem perbankan yang berintegritas, sebagai fundamental dalam menciptakan stabilitas perbankan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam, siaran pers OJK yang diterima MANADONES pagi tadi, disebutkan juga bahwa sistem pengawasan yang responsif terhadap tantangan, dan perubahan ekosistem keuangan global ikut terus dikembangkan. Dimana, pengawasan terhadap individual bank dengan mengedepankan early warning system menjadi penekanan ke depan.
Perlindungan terhadap nasabah juga merupakan prioritas dengan tetap memastikan kepastian hukum bagi perbankan dan masyarakat. Dan, untuk mencapai tujuan tersebut, Dian menyebutkan OJK melihat kembali business process dalam regulasi, perizinan, dan pengawasan. “OJK, akan memberikan ruang yang cukup kepada perbankan untuk melakukan inovasi dan penyesuaian (adjustment), dalam menghadapi ekosistem yang berubah dari waktu ke waktu dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian. Serta, OJK akan melakukan intervensi apabila diperlukan (creative intervention), untuk memastikan penerapan Governance Risk Compliance (GRC), integritas, dan tingkat kesehatan bank,” ujarnya, seperti dikutip dalam siaran pers ini.
Sementara itu, dia juga menyebut tentang isu-isu terkini yang memerlukan perhatian OJK, dan industri perbankan serta membutuhkan respon segera antara lain pengembangan digitalisasi perbankan, UMKM, kelanjutan kebijakan restrukturisasi kredit yang targeted, penerbitan arahan untuk stimulus kredit bagi debitur terdampak Penyakit Mulut dan Kuku, serta mendorong bank dalam penerapan keuangan berkelanjutan.
OJK juga meminta perbankan untuk tidak berpuas diri (complacent) dengan pencapaian kinerja yang baik, namun harus terus waspada mengamati risiko-risiko yang terkait dengan serangan siber, kejahatan ekonomi yang semakin canggih, risiko perubahan iklim (climate related risk), perkembangan digitalisasi, geopolitical tension, dan ketidakpastian global.
Selanjutnya, terkait pemenuhan modal inti minimum, OJK akan terus meminta komitmen dari pemegang saham bank untuk melakukan penambahan modal serta mendorong aksi korporasi yang dibutuhkan dalam melakukan konsolidasi perbankan.
Tidak hanya itu saja, Dian juga menjelaskan tentang arah kebijakan stimulus Covid-19, yang memberikan restrukturisasi kredit pada debitur yang terkena dampak, OJK tengah mempertimbangkan efektivitas kelanjutan kebijakan tersebut sehubungan dengan tingkat pemulihan kinerja debitur yang berbeda di setiap sektor, segmen dan wilayah. Ke depan, ungkapnya arah stimulus OJK diharapkan akan lebih targeted kepada sektor, segmen, maupun wilayah yang dianggap masih membutuhkan. (graceywakary)





