14 Hari Pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat 2023 Korban MD Turun 44 Persen

Pelaksanaan operasi keselamatan Samrta 2023 oleh Polda Sulut.

MANADO, 21 FEBRUARI 2023 – Sudah dua pekan pelaksaan Operasi Keselamatan Sam Ratulang (Samrat) 2023, dan terjadi 52 peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

 

Bacaan Lainnya

Ini diungkap oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulut AKBP Roy Tambayong saat konferensi pers, di Balai Wartawan Polda Sulut, siang tadi. Sejak operasi ini digelar pada 7 Februari lalu, terjadi 52 peristiwa lakalantas. “Jika dibanding 2022 alu, terjadi penurunan sebanyak 4 kasus atau 7 persen,” ujarnya.

 

Dia kemudian mengurai, jumlah total kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal (MA) dunia juga turun 44 persen dibanding 2022 lalu sebanyak 9 orang, dan di 2023 ini menjadi 5 di tahun. Untuk luka berat turun dari 9 orang di tahun 2022, menjadi 6 orang di tahun 2023, dan luka ringan naik dari 56 orang di tahun 2022 menjadi 65 orang di tahun 2023. Sementara untuk kerugian materil tahun 2022 sebanyak Rp246juta, turun menjadi Rp121,2 juta di tahun 2023, lanjutnya.

Baca juga  Kejagung Tetapkan Jhonny G Plate sebagai Tersangka Korupsi BTS

 

Dia juga menerangkan, pada 2023 ini terjaring pelanggaran sebanyak 11148, naik 2764 pelanggaran dari tahun 2022. Khusus untuk Tilang terjadi kenaikan 614 persen dari 333 di tahun 2022 menjadi 2376 di tahun 2023. Sedangkan Teguran naik 9 persen dari 8051 di tahun 2022 menjadi 8772 di tahun 2023.

 

Sementara itu untuk jenis pelanggaran tertinggi selama pelaksanaan Operasi Kepolisian Keselamatan Samrat-2023 didominasi oleh pelanggaran tanpa helm untuk kendaraan roda dua dan kelengkapan kendaraan untuk R4. Dimana, pelanggaran kendaraan roda dua didominasi tidak menggunakan helm sebanyak 3.241 pelanggaran, kelengkapan kendaraan 1.286 pelanggaran, dan lain-lain 761 pelanggaran. “Dan untuk kendaraan roda empat didominasi kelengkapan kendaraan sebanyak 616 pelanggaran, safety belt 461 pelanggaran, dan lain-lain 363 pelanggaran,” lanjutnya.

Baca juga  151 Pasis Sekkau Angkatan ke-115 Berkunjung ke Polda Sulut

 

Untuk wilayah yang mengalami lakalantas tertinggi terjadi di Manado sedangkan terendah di Kotamobagu, Sangihe dan Sitaro.Lakalantas tertinggi terjadi di wilayah Polresta Manado dengan 17 kejadian, disusul Polres Minut 8 kejadian. Sedangkan terendah terjadi di Kotamobagu, Sangihe dan Sitaro dengan nihil kejadian. “Utamakan keselamatan, karena keselamatan adalah yang pertama dan utama,” pungkasnya. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *