Beras jadi Momok Sulut Deflasi Lagi

Kepala Bagian Umum BPS Sulut, Dadan Sudarmadi, saat mengurai data di BPS Sulut, pagi tadi.

MANADO, 1 MARET 2024 – Selama dua bulan berturut, yaitu Januari dan Februari, Sulawesi Utara (Sulut),  mengalami deflasi secara bulan ke bulan (month to month atau m-to-m), untuk Februari ini Sulut mengalami deflasi sebesar 0,63 persen atau inflasi -0,63 persen.

 

Bacaan Lainnya

Walau begitu, beras kembali menjadi  momok. Pasalnya, komoditas yang harganya sempat meroket menjadi Rp18.000 per kg nya ini di pertengahan Februari lalu, menjadi penahan penahan deflasi Sulut sebesar 0,30 persen, di posisi kedua ada daun bawang sebesar 0,21 persen, kemudan daging babi di posisi ketiga penahan deflasi dengan angka 0,15 persen, ikan deho dan ikan malalugis menjadi urutan keempat dan kelima sebesar 0,04 persen untuk keduanya.

Baca juga  AP I Bandara Samrat Manado dan BKIP Manado Tandatangani Kerja Sama Pengawasan

 

Dalam Berita Resmi Statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut,yang diurai oleh Kepala Bagian Umum BPS Sulut, Dadan Sudarmadi, tomat menjadi komoditas pendorong deflasi dengan -0,56 persen, disusu cabai rawit -0,47 persen, angkuta udara -0,17, bawang merah -0,10 persen dan cabai merah -0.05 persen. “Tingkat deflasi bulanan Februari 2024, lebih dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Januari yang ada di 0,41,” kata Dadan. Dia juga mengungkapkan, tingkat deflasi m-to-m, untuk empat daerah pengukuran IHK di Sulut yaitu, Kota Manado, Kota Kotamobagu (KK), Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Kabupaten Minut, yang terdalam terjadi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sebesar 0,97 persen, dengan komoditas tomat sebagai penyumbang deflasi terbesar. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *