MANADO, 25 JULI 2024 – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Sulawesi utara (Sulut), tinggal menghitung hari, untuk itu Komisi Pemilihan Umum (KPU), gencar melakukan sosialisasi untuk proses tahapan berjalan baik.
Seperti yang dilakukan oleh KPU Sulut, pada 23 Juli lalu di Desa Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutahiran Data Pemilih (PDP) di wilayah Perbatasan. Rakor yang dipimpin langsung oleh anggota KPU Sulut, Lanny A Ointu ini membahas tentang PDP dan daftar pemilih tetap (DPT), terutama yang ada di kawasan perbasan antara dua daerah kabupaten dan kota. Seperti data antara KPU Boltim dan KPU Minsel, yang memiliki kawasan perbatasan seperti yang ada di Desa Modoinding. “Jadi wajib ada kordinasi, sharing data itu penting, agar tidak ada lagi DPT yang ganda. Ini juga berlaku pada semua perbatasan kabupaten kota di Sulut supaya tidak ada lagi kegandaan,” jelas Lanny.
Dia menyebut, sebelum penetapan DPT pada 23 September 2024 mendatang. “Jadi pleno DPT nanti tidak ada data lagi yang bergerak,” tegasnya. Rapat Koordinasi Pemutakhiran data pemilih ini akan berlanjut di daerah daerah perbatasan kabupaten kota se-Sulut. Ditambahkan juga oleh anggota Bawaslu RI, Herwym Malonda, masalah DPT diperbatasan akan menjadi perhatian serius Bawaslu RI dalam pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024. “Tentu diharapkan dalam PDP yang sementara berlangsung dilakukan dengam teliti. Diharapkan dapat meminimalisasi mobilisasi pemilih diperbatasan daerah,” tambahnya didampingi ketua Bawaslu Sulut, Ardiles Mewoh dihadapan peserta dalam rakor seperti Ketua Divisi Data, Kepala Sub Bagian, dan Operator Data KPU Kabupaten Kota se-Sulut.