MANADO, 16 AGUSTUS 2024 – Komitmen TNI untuk tetap netral, dan tidak memberikan suara atau dukungan pada para pasangan calon peserta Kepala Daerah (Kada), di Sulawesi utara (Sulut), tidak akan berubah.
Ini ditegaskan langsung oleh Asisten Intelejen (Asintel) Danlantamal VIII Manado, Kolonel Laut (KH) Jakobus dalam kegiatan yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut tentang, sosialisasi tentang Produk Hukum untuk Pilkada Serentak, yang bertemakan, “Journalistic Practices Based On Legal Framework and Electoral Justice System For Free, Honest, Fair and Peaceful Regional Elections” atau Praktek Jurnalistik Berbasis Kerangka Hukum dan Sistem Keadilan Pemilu Untuk Pilkada yang Bebas Jujur, Adil dan Damai. “Kami tetap netral dan wajib netral, tidak ada yang boleh mendukung atau memberikan suaranya atau serangkaian kegiatan yang menjurus mendukung pada calon peserta Pilkada, itu pasti. Jika melanggar maka ada hukum tegas menantinya,” tegas mantan Danlanal Tahuna di Luwansa Hotel Manado yang menjadi tempat kegiatan sosialisasi ini digelar hingga besok.
Walau begitu, sebagai aparat pertahanan TNI, sebut Jakobus wajib mendukung penuh pengamanan bersama Polri, menjelang dan selama proses tahapan hingga pencoblosan serta proses perhitungan suara. Sebelumnya Kapten (Inf) Leon mwakilan Korem 131 Santiago juga menerangkan beberapa kawasan di Nyiur melambai, akan mendapat pengawasan lebih, karena masuk sebagai kawasan yang rentan atau daerah yang rentan aksi kekerasan selama proses tahapan Pilkada Serentak. “Kawasan rawan itu pasti mendapat pengawasan dari kami dan Polri. Kami juga butuh dukungan teman teman media untuk memberikan informasi tentang kerentanan kawasan disekitar area tugas kalian,” kata Leon sambil menyebut pihaknya juga selalu terus melakukan kordinasi dengan KPU Sulut dan kabupaten kota. (graceywakary)





