TAHUNA — Seringnya terjadi penghentian aliran listrik, di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, membuat masyarakat resah bahkan mempertanyakan kinerja para pegawai dari perusahaan plat merah ini.
Sebagian besar aktivitas maayarakat pun terganggu, dan membuat peralatan elektronik bermasalah. “Sangat disayangkan kondisi ini makin sering terjadi, ini harus segera diperbaiki karena sebagai pengguna kami dirugikan,” kata Anis Esang warga Tahuna pada Manadones, belum lama ini senada juga dituturkan Lisye Rakinauang yang mengaku peralatan rumah yang menggunakan listrik kini sudah tidak bisa digunakan karena bermasalah akibat seringbya pemadaman terjadi tanpa pemberitahuan.
Menanggapi masalah layanan publik ini, Kepala Manager Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) Tahuna, Eko Widyatmoko menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pelanggan PT PLN atas ketidaknyamanan karena terhentinya aliran listrik. “Pada dasarnya kami juga tidak mau adanya pemadaman, baik itu yang terjadwal maupun tidak terjadwal, ibaratnya penjual sudah ada pembeli tapi barang tidak ada, jadi kami mohon maaf kepada semua pelanggan atas ketidaknyamanan akibat terhentinya aliran listrik,” kata Widyatmoko.
Dia juga menyebut kondisi teknis dari PLTD Tahuna dimana saat ini, pihaknya tengah melakukan pekerjaan penambahan dua mesin, yang direlokasi dari Kendari dan sekarang masih dalam perjalanan. “Penyebab terjadinya penghentian sementara aliran listrik yang terjadwal, karena kami harus mempersiapkan tempat untuk dua mesin yakni Mesin Diesel 1000 kW relokasi dari Kendari. Lalu ada satu mesin pembangkit yang tidak beroperasi dengan kapasitas 500 kW, dikarenakan posisi mesin tersebut akan digantikan mesin relokasi, untuk itu kami mengalami kekurangan daya,” jelasnya kepada sejumlah wartawan ketika ditemui dilokasi pekerjaan Jumat (13/11) akhir pekan lalu.
Namun mengenai pemadaman listrik yang terjadi diluar jadwal, Eko pun menjelaskan dua faktor utama penyebab pemadaman itu terjadi yakni, masalah teknis pada mesin dan masalah kondisi alam yang tidak bisa diduga seperti angin kencang dan itu tidak bisa kita hindari, karena posisi jaringan PLTD banyak berada di bawah pohon, dan juga akibat lonjakan frekuensi pengguna yang tidak bisa diprediksi kapan terjadi.
Sementara, terkait solusi yang saat ini tengah dilakukan oleh pihaknya, Eko menyebutkan bahwa telah ada penambahan dua unit mesin disel, dan ini juga akan disiapkan untuk memaksimalkan pasokan listrik di Kabupaten Sangihe guna menghadapi hari besar keagamaan. “Jadi saya pastikan keadaan pasokan listrik akan normal kembali dalam minggu depan ini, pungkasnya. (Ryansengala)





