16 Bandara yang Dikelola InJourney Airports Ditetapkan jadi Bandara Internasional

Suasana di Bandara Sam Ratulangi Manado, belum lama ini.

MANADO, 29 APRIL 2024 – Melalui Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 31 Tahun 2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional, dan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 33 Tahun 2024 tentang Tatanan Bandar Udara Nasional, maka kini Indonesia resmi miliki 16 Bandara yang berstatus bandara internasional.

 

Bacaan Lainnya

Dalam siaran pers dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, ke-16 bandara yang berstatus internasional adalah Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, Bandara Kualanamu Deli Serdang, Bandara Minangkabau Padang, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Kertajati Majalengka. Kemudian, Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo, Bandara Juanda Surabaya, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sam Ratulangi Manado, serta Bandara Sentani Jayapura. “Sebelum diterbitkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor Km 31 Tahun 2024, ada 31 bandara InJourney Airports berstatus internasional di Indonesia. Faktanya, banyak sekali bandara berstatus internasional namun sudah lama tidak ada penerbangan internasional, atau ada penerbangan internasional tapi hanya 2-3 kali seminggu,” kata Fahmi. Ini, sebutnya, menjadi tidak efisien karena banyak fasilitas di terminal internasional yang disiapkan sesuai standar regulasi dimanfaatkan secara terbatas, bahkan menganggur terlalu lama seperti fasilitas x-ray, ruang tunggu di terminal, dan sebagainya. “Karena itu, perlu dilakukan penataan ulang oleh pemerintah,” tuturnya lagi.

Baca juga  Telkomsel Hadirkan Donasi Super Seru Rp1.000untuk Renovasi 20 Gedung SD di Indonesia

 

Dalam siaran pers ini, kemudian menerangkan melalui proses transformasi bandara yang tengah berlangsung, yang diawali dengan penggabungan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, InJourney Airports akan menerapkan pola regionalisasi di 37 bandara yang dikelola. Dengan konsep regionalisasi, bandara ada yang diposisikan sebagai HUB dan ada yang sebagai SPOKE. Nantinya, bandara yang sudah tidak berstatus internasional bukan berarti akan sulit terakses oleh penumpang/turis internasional, namun dengan pola HUB dan SPOKE itu lah dapat membangun konektivitas yang baik dari bandara hub ke seluruh wilayah Indonesia. “Pola seperti ini best practice di industri aviasi global dan sudah berlaku umum di banyak negara yang terbukti lebih efektif,” jelas Faik.

Baca juga  HUT ke--123 Jemaat GMIST Nazaret Lesa Tamuntuan Serahkan Bantuan Pemprov Sulut

 

Dia mencontohkan negara Amerika Serikat yang memiliki sekitar 2.000 bandara, hanya 18 bandaranya yang berstatus internasional/point of entry penerbangan internasional ke negara Amerika Serikat, akses penumpang internasional ke dan menuju Amerika Serika melalui 18 bandara tersebut, yang kemudian didesain terhubung secara mudah ke bandara-bandara lain yang non-internasional. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *