MANADO, 18 APRIL 2025 – Literasi keuangan pada generasi muda terus digalakan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut).
Kali ini melalui dukungan aktif pada ajang besar yang digelar di Sulawesi Utara (Sulut), Nyong Noni Kebudayaan Sulawesi Utara 2025 (NNKS 2025) dan Putra Putri Pendidikan Manado–Minahasa Utara 2025. Dalam dua kegiatan yang mengangkat tema besar sinergi antara budaya, pendidikan, dan transformasi digital, para finalis dari kedua ajang juga dibekali materi literasi oleh Bank Indonesia mengenai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah), serta Pelindungan Konsumen (PeKA).
Dalam siaran pers yang diterima MANADONES dijelaskan, ketiga kampanye ini merupakan bagian dari upaya BI untuk mendorong sistem pembayaran digital yang inklusif, memperkuat rasa kebangsaan melalui pemahaman terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan, serta meningkatkan perlindungan dan kesadaran masyarakat dalam bertransaksi secara bijak. QRIS sendiri merupakan standar nasional kode QR untuk pembayaran digital, yang dirancang untuk mempermudah dan menyatukan transaksi lintas penyelenggara sistem pembayaran secara cepat, aman, dan efisien. Sementara itu, CBP Rupiah adalah kampanye edukatif yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami fungsi dan peran Rupiah dalam perekonomian.
Sementara PeKA berfokus pada upaya edukasi dan advokasi guna membentuk masyarakat yang cermat, sadar hak dan kewajiban, serta mampu bertransaksi secara bijak dan terlindungi di era digital yang terus berkembang. Dalam ajang ini, ada 24 finalis dari berbagai kabupaten dan kota se—Sulut yang mengikuti ajang NNKS 2025 ini. Para finalis menjalani deep interview oleh Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Sulut, serta menyampaikan video edukatif di media sosial terkait pembayaran digital dan pelindungan konsumen. Puncak kegiatan ini digelar pada 13 April 2025 lalu, di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Darmawan TB Hutabarat.
Darmawan mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS sebagai mekanisme voting dalam ajang ini menghasilkan 55.340 transaksi, sementara engagement media sosial mencapai lebih dari 60.000 views. “Kami berharap para Nyong dan Noni terpilih akan turut berperan aktif mendukung sosialisasi program Bank Indonesia terkait CBP Rupiah, QRIS, dan Pelindungan Konsumen sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, digital, dan berbasis nilai-nilai kebudayaan lokal,” ujarnya.
Hasil akhir menetapkan:
- Nyong QRIS, CBP, PeKa Kebudayaan 2025: Jonathanael Lolowang (Minahasa Selatan)
- Noni QRIS, CBP, PeKa Kebudayaan 2025: Destiny Rooroh (Kota Manado)
- Nyong Kebudayaan Sulut 2025: Reinaldy Wantah (Kota Bitung)
- Noni Kebudayaan Sulut 2025: Bless Glorya (Minahasa Tenggara)
Putra Putri Pendidikan Manado – Minahasa Utara 2025
Sementara dalam ajang PPPMM yang digelar sejak 12 Maret hingga 13 Maret 2025 lalu juga berlangsung menarik. Pasalnya di ajang yang menjadi ruang ekspresi generasi muda, QRIS dihadir melalui sistem voting yang mencatat 42.588 transaksi, sebagai bentuk nyata adopsi sistem pembayaran digital oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. “Kami melihat potensi besar dari generasi muda sebagai teladan pendidikan dan penggerak literasi keuangan digital. QRIS dalam ajang ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan akseptasi transaksi digital di masyarakat,” kata Ketua Tim SP-PUR BI Sulut.
Pemenang dari ajang ini antara lain:
- Putra QRIS, CBPR, PeKA Pendidikan 2025: Marcelino Sinaulan
- Putri QRIS, CBPR, PeKA Pendidikan 2025: Neisha Emanuela Pajung
- Putra Pendidikan 2025: Given Samuel Rondonuwu
- Putri Pendidikan 2025: Precilia Dortea Gagola. (graceywakary)





