MANADO, 7 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) terus memacu pemutakhiran data pasokan pangan daerah melalui pemanfaatan Sistem Informasi Ketersediaan Pangan (SIKAP).
Hal ini mengemuka dalam agenda Capacity Building Neraca Pangan Strategis Prov. Sulut 2026 yang diinisiasi BI Sulut dan Dinas Ketahanan Pangan Sulut. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Sulut, Rahel R. Rotinsulu, menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas data agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulut, Joko Supratikto, menekankan bahwa integrasi data statistik dan neraca pangan daerah ini akan menjadi instrumen vital dalam menjaga stabilitas harga, khususnya pada komoditas rentan seperti hortikultura dan bawang merah.
Senada diungkap juga oleh perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Tri Aris Indrayanto, yang memaparkan bahwa platform SIKAP hadir sebagai sarana pelaporan dan pemantauan data pelaku usaha serta stok pangan yang terpadu dan berkelanjutan.
“Meskipun 14 dari 15 Kabupaten/Kota di Sulut sudah menyusun Proyeksi Neraca Pangan 2026, pemutakhiran data secara rutin setiap bulan serta koordinasi lintas perangkat daerah masih menjadi catatan yang perlu terus ditingkatkan,” kata Tri Aris.
Sementara itu, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sulut, Norma Olga Frida Rega, menambahkan bahwa dukungan data statistic seperti produksi padi, jagung, hingga indikator kerentanan pangan Prevalence of Undernourishment (PoU) dan Food Insecurity Experience Scale (FIES),sangat krusial untuk memetakan kapasitas dan kebutuhan spesifik tiap wilayah kabupaten/kota. (gracey wakary)




