JAKARTA, 13 AGUSTUS 2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026.
Hasil survei menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan berhasil menyentuh angka 93,61 persen.
“Pencapaian ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan SNLIK 2025 yang mencatatkan indeks literasi 66,64 persen dan inklusi 92,74 persen. Angka tahun ini sekaligus resmi melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang ditetapkan untuk tahun 2029, yaitu literasi sebesar 69,35 persen dan inklusi 93 persen,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi,
Pengumuman ini disampaikan secara langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta, Senin (10/8/2026) lalu.
Survei tahun 2026 ini merupakan kolaborasi perdana tiga lembaga yang menjangkau 75.000 responden di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Penyelenggaraan survei diperluas guna memotret kondisi keuangan masyarakat secara komprehensif sebagai pijakan kebijakan nasional ke depan. (gracey wakary)





