MANADO, 19 AGUSTUS 2026 — Kemampuan untuk wargag Sulawesi utara (Sulut), tentang keamanan keuangan dan perbankan, ternyata mampu melampaui nasional.
Ini terungkap dalam Media Update Tri Wulan – III 2026 yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi utara dan Gorontalo (Sulutgo) pagi hingga siang tadi di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut. Pada ajang yang ber temakan “Diseminasi Hasil SNLIK Tahun 2026 Provinsi Sulawesi Utara” ini, hasil SNLIK Tahun 2026 mencatat indeks literasi keuangan di Sulut menembus angka 69,98 persen.
“Capaian ini, berhasil melampaui rata-rata indeks literasi keuangan nasional yang berada pada level 69,57 persen,” urai Kepala BPS Sulut Watekhi. Diungkap juga dalam hasil ini, dimana berdasarkan klasifikasi wilayah tempat tinggal di Sulut, tingkat pemahaman keuangan masyarakat perkotaan tercatat lebih dominan, yakni mencapai 73,45 persen.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat literasi keuangan masyarakat di wilayah perdesaan yang tercatat sebesar 64,35 persen. “SNLIK 2026 juga menjadi instrumen untuk mengukur tingkat pengetahuan, pemahaman, hingga kepercayaan masyarakat terhadap penjaminan simpanan perbankan,” jelas Watekhi.
Pelaksanaan pendataan survei di lapangan melibatkan puluhan petugas terlatih yang terdiri dari Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan Petugas Pengawas Lapangan (PML) guna memastikan akurasi data yang dihimpun dari seluruh sampel di wilayah Sulawesi Utara.
Kepala OJK Sulut Robert SR Sianipar yang hadir juga menjelaskan pelaksanaan SNLIK 2026 merupakan program kolaborasi strategis antara OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan BPS. Survei ini bertujuan mengukur tingkat pemahaman serta akses keuangan masyarakat, sekaligus mengevaluasi dan menyusun program perencanaan inklusi keuangan ke depan. (gracey wakary)





