MANADO, 28 OKTOBER 2026 – Basarnas Sulawesi Utara (Sulut), merespons erupsi Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Senin (26/10) lalu telah menyediakan tim terbaiknya untuk melakukan evakuasi pada warga disana.
Gunung Karangetang yang berada pada Status Level II (Waspada) mengalami erupsi pada pukul 12.41 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak. Berdasarkan informasi Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat. Erupsi juga disertai guguran lava pijar ke sejumlah sektor, terutama selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Saat laporan disampaikan, aktivitas erupsi masih berlangsung. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasi Operasi Basarnas Sulut berkoordinasi dengan PVMBG Pos Pengamatan Gunung Karangetang dan BPBD Sitaro. Basarnas juga menyiapkan Tim Rescue dari Kantor SAR Manado dan Pos SAR Tahuna untuk melaksanakan operasi SAR. Tim direncanakan berangkat menggunakan KM Barcelona pada pukul 18.00 WITA dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Ulu Siau pada Selasa (27/10/2026) pukul 04.00 WITA.
“Operasi ini melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Manado, Pos SAR Tahuna, BPBD Sitaro, Pos Pengamatan Gunung Karangetang, serta masyarakat setempat,” kata Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang, S.IP., M.A.P., dalam siaran pers yang diterima MANADONES. Dia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro, khususnya di Pulau Siau, agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.
Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati zona bahaya dalam radius 1,5 kilometer dari kawah serta perluasan sektoral hingga 2,5 kilometer ke arah selatan dan barat daya. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari Gunung Karangetang juga diminta mewaspadai potensi lahar hujan dan banjir bandang. Basarnas Sulut terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi kemungkinan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. (gracey wakary)






