Kemendag: RI teken kontrak ekspor cengkeh Rp1,3 miliar ke Arab Saudi

Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah bersama Al Nafea Foods Co. dari Arab Saudi melakukan penandatanganan kontrak pembelian (Sales Purchase Agreement/SPA) 10 ton cengkeh senilai USD 78 ribu atau setara Rp1,3 miliar secara daring di Arab Saudi, Kamis (13/8/2026). (ANTARA/HO-Kemendag)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 21 AGUSTUS 2026 (ANTARA) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut Indonesia mendapat kontrak ekspor 10 ton cengkeh senilai 78 ribu dolar AS atau setara Rp1,3 miliar dengan Arab Saudi.

 

Pembelian tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kontrak pembelian (Sales Purchase Agreement/SPA) antara PT Navva Nusantara Commodities dari Indonesia dengan Al Nafea Foods Co. dari Arab Saudi.

 

“Penandatanganan kontrak pembelian cengkeh ke Arab Saudi menunjukkan Indonesia memiliki produk berkualitas internasional. Kami harap, penandatanganan kontrak pembelian ini dapat makin membuka akses produk Indonesia di pasar global, khususnya kawasan Teluk,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

 

Penandatanganan kontrak pembelian merupakan hasil fasilitasi penjajakan bisnis (business matching) oleh Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah pada Juni 2026. Kepala ITPC Jeddah Bagas Haryotejo menyampaikan konflik regional yang saat ini menjadi tantangan di kawasan Teluk turut berdampak pada kenaikan biaya pengapalan ke Arab Saudi hingga tiga kali lipat.

Baca juga  Cara Suga BTS Menikmati Libur

 

Namun, ITPC Jeddah berkomitmen untuk terus membantu eksportir Indonesia, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjajaki pasar Arab Saudi dan memastikan perdagangan Indonesia ke Arab Saudi tetap terjaga. “Kami berharap eksportir yang telah mendapatkan pasar di Arab Saudi terus mempertahankan kualitasnya agar kepercayaan terhadap Indonesia terus terjaga dan dapat membuka peluang yang lebih besar dengan para importir Arab Saudi meski di tengah tantangan perdagangan,” kata Bagas.

 

Pada Januari-Juni 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi tercatat sebesar 1,69 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi 1,02 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Arab Saudi 665,10 juta dolar AS. Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas sebesar 357,3 juta dolar AS terhadap Arab Saudi.

Baca juga  BMKG Prakirakan Mayoritas Kota Alami Hujan Ringan-Sangat Lebat

 

Pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi tercatat sebesar 3,94 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar 2,88 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Arab Saudi 1,06 miliar dolar AS. Indonesia surplus perdagangan nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar 1,82 miliar dolar AS.

 

Produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi, yakni kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara itu, produk yang diimpor Indonesia dari Arab Saudi, yakni garam, belerang, kapur; plastik dan barang dari plastik; bahan kimia organik; berbagai produk kimia; serta buah-buahan.

 

Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia

Editor : Zaenal Abidin

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *