MANADO, 3 NOVEMBER 2026 GORONTALO — Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan terus memperkuat sinergi untuk menggenjot literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor ini diwujudkan melalui Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Provinsi Gorontalo Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan FINEXPO BIK Gorontalo di Area Citimall Gorontalo.
Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., menegaskan bahwa tingginya capaian akses keuangan di daerah harus diimbangi dengan literasi yang memadai agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan secara bijak. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, indeks inklusi keuangan Gorontalo telah mencapai 95,52 persen, sementara indeks literasi keuangan berada di angka 65,29 persen.
“Capaian ini menjadi modal penting bagi pembangunan daerah, sekaligus pengingat bahwa perluasan akses keuangan harus diiringi peningkatan pemahaman agar layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung usaha dan memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Gusnar, didampingi Kepala OJK Sulawesi utara dan Gorontalo, Robert Sianipar pada puncak BIK yang digelar akhir pekan kemarin.
Sebagai bentuk apresiasi atas percepatan akses keuangan di daerah, pada kesempatan tersebut turut diserahkan Piagam Nominasi TPAKD Award 2026 kategori TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sulawesi kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Gorontalo. Ke depan, pemerintah daerah bersama OJK berkomitmen mengoptimalkan peran TPAKD guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (gracey wakary)






