MANADO, 16 AGUSTUS 2026 — Pusat teknologi kecerdasan buatan UGM, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH), NVIDIA AI Technology Center (NVAITC), yang resmi diluncurkan pada Kamis (13/8/2026) lalu, langsung membidik pengembangan solusi riset AI terapan di sektor-sektor strategis nasional, mulai dari kesehatan hingga penanggulangan bencana.
Di tahap awal operasionalnya, pusat riset kolaborasi antara Kemkomdigi, UGM, Indosat, dan NVIDIA ini menggarap tiga proyek utama yaitu eNose-TB: Teknologi penapisan (screening) berbasis AI untuk mendukung deteksi dan penanggulangan tuberkulosis di Indonesia secara cepat dan terjangkau. Kedua SmartAgri, platform pemanfaatan multimodal AI, edge computing, dan pertanian presisi guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan di iklim tropis.
Dan ketiga adalah Tech4Disaster yaitu Platform AI geospasial yang dirancang untuk memperkuat sistem prediksi, mitigasi, dan respons kedaruratan bencana. “Akses ke infrastruktur AI dan keahlian berstandar dunia akan membantu kami mempercepat riset, membawa kami semakin dekat pada mimpi besar menghadirkan teknologi kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses,” jelas peneliti utama Tim Riset eNose-TB UGM, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, Ph.D., Sp.A., dalam siaran pers.
Untuk menopang riset-riset tersebut, NVAITC mengandalkan platform komputasi AI full-stack NVIDIA dan layanan GPU Merdeka dari Indosat. Fasilitas ini juga membuka jaringan pertukaran keahlian langsung dengan pakar AI internasional. Inisiatif terapan ini sejalan dengan agenda hilirisasi riset kampus yang dicanangkan UGM bersama Kemkomdigi, guna memastikan inovasi kecerdasan buatan dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas di seluruh pelosok negeri. (gracey wakary)




